GUBERNUR Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mendorong berbagai permainan rakyat di Kepri dihidupkan kembali dan dikemas secara kreatif, untuk menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurut Ansar, permainan tradisional tak boleh sekadar menjadi nostalgia, tapi harus diangkat menjadi bagian dari atraksi wisata yang mampu menarik wisatawan sekaligus menjaga keberlangsungan warisan budaya Melayu.
“Ke depan, saya berharap lebih banyak permainan rakyat yang bisa diangkat kembali. Jangan sampai, permainan-permainan tradisional kita hilang atau terbenam oleh perkembangan zaman,” ujarnya, saat menutup Penyengat Heritage 2026, di Balai Adat, Pulau Penyengat, Minggu (21/6/2026).
Politisi Partai Golkar itu menilai, banyak permainan rakyat Kepri yang bisa dikemas sebagai daya tarik wisata. Di antaranya, urai dia, permainan canang, petak umpet, dan egrang.
“Jika dikemas dengan baik, permainan rakyat khas Kepri bisa menjadi daya tarik wisata budaya. Pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dengan menghidupkan kembali permainan-permainan tradisional yang kini mulai ditinggalkan generasi muda,” tuturnya, dikutip dari RM.
Lebih lanjut, Ansar mengusulkan, penyelenggaraan Penyengat Heritage diperluas dengan durasi yang lebih panjang. Dengan begitu, kegiatan tersebut bisa memberi dampak ekonomi, sosial, dan pariwisata yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kalau memungkinkan, kegiatan seperti ini digelar selama satu minggu penuh dan menjadi kenduri besar Pulau Penyengat. Ke depan, ini bisa dirangkaikan dengan peringatan haul Raja Ali Haji, memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai pusat kebudayaan Melayu yang mendunia,” usulnya.
Ansar menambahkan, Penyengat Heritage bukan hanya menjadi sarana promosi wisata dan budaya. Kegiatan tersebut merupakan ruang untuk mempererat silaturahmi masyarakat Melayu serumpun dari berbagai daerah dan negara, yang memiliki ikatan sejarah dan budaya yang sama.
Selain itu, harap dia, penyelenggaraan event tersebut juga semakin memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan di Indonesia, sekaligus ruang regenerasi nilai-nilai budaya Melayu bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata modern.
“Dengan mengangkat permainan rakyat sebagai atraksi wisata, kami optimis pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. []











