Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Usulkan Harga Minyak RI di RAPBN 2027 Tembus US$95 per Barel, Ini Alasannya

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan usulan asumsi sektor ESDM dalam RAPBN 2027. Dalam rapat ini, Bahlil mengusulkan awal harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) berada direntang US$ 70-95 per barel.

“Di 2026, kita ketok palu dengan angka US$ 70. Tetapi di 2027, kisarannya batas minimum 70 dan maksimalnya di angka 95 sambil kita lihat perkembangan dinamika nanti sampai di bulan Agustus, berapa angka yang akan kita letakkan,” ujarnya saat Raker dengan Komisi XII DPR, Senin (15/6/2026).

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa target lifting migas pada 2027 dipatok sebesar 1.536-1.592 juta BOEPD, terdiri dari lifting minyak bumi dan kondensat 602-615 ribu BOPD serta lifting gas bumi 934-977 ribu BOEPD.

“Nah lifting kita untuk minyak itu di kisaran, di 2026 di kisaran 610 ribu dan di 2027 kisaran sekitar 602 sampai 615 ribu. Untuk porsi yang ini bisa kita diskusikan, mana ruang yang lebih untuk bisa kita bicarakan dalam konteks untuk meningkatkan kapasitas lifting,” ujarnya, dikutip dari Detik.

Untuk volume BBM bersubsidi pada RAPBN 2027 mencapai 19,343-19,561 juta kiloliter (KL). Untuk minyak tanah sebesar 0,543-0,561 juta KL dan minyak solar 18,80-19,00 juta KL. Sementara volume LPG 3 kg dipatok sekitar 8 juta metrik ton.

Kemudian untuk subsidi tetap minyak solar (gasoil 48) sekitar Rp 1.000 per liter dan untuk subsidi listrik di 2027 mencapai Rp 113,45-122,83 triliun.

“Itu kira-kira pimpinan untuk menyangkut dengan asumsi makro kita di sektor migas. Sekali lagi saya katakan bahwa ini sampai disampaikan oleh pemerintah, yang dibaca oleh Bapak Presiden, sambil menentukan dinamikan geopolitik, nanti masuk di bulan Juli, Agustus, baru kita bisa mendapatkan angka yang agak sedikit presisi,” ujarnya. []

Leave a Reply