DPR menegaskan komitmen Indonesia dalam mengembangkan pasar karbon berintegritas tinggi sebagai bagian dari kontribusi global menghadapi krisis iklim.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua DPR Sari Yuliati saat menghadiri forum diskusi bertajuk “Towards High-Integrity Carbon Markets in Indonesia: Progress and Prospects” yang digelar di Washington, DC, Amerika Serikat.
Di depan perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi mitra, lembaga sertifikasi, serta organisasi standar, Sari menekankan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu negara dengan hutan tropis terbesar di dunia.
“Hutan kita bukan hanya bernafas untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia,” kata Sari dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (17/4/2026), dikutip dari RMOL.
Legislator Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan, aset strategis berupa hutan, lahan, dan ekosistem mangrove menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat penyimpanan karbon dunia.
Dengan pengukuran potensi serapan karbon yang optimal, Indonesia dinilai mampu membuka peluang investasi hijau bernilai miliaran dolar.
Lebih lanjut, Sari juga menegaskan bahwa krisis iklim kini bukan lagi sekadar isu akademis, melainkan telah menjadi realitas yang dirasakan langsung di berbagai daerah di Indonesia.
Oleh karena itu, pengembangan solusi berbasis alam (nature-based solutions) dinilai menjadi langkah krusial dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan nasional.
“Kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah maupun organisasi internasional, untuk memastikan pasar karbon Indonesia berjalan dengan transparan, kredibel, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta dunia,” demikian Sari. []











