Stok BBM Shell Kosong, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Dorong Skema Kerja Sama dengan Pertamina

KELANGKAAN stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta, seperti Shell, menjadi sorotan memasuki bulan ketiga tahun ini.

Kondisi ini mendorong SPBU untuk lebih fokus pada bisnis lain seperti bengkel dan penjualan makanan-minuman. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan tanggapan terkait situasi ini.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada kelompok tertentu dalam distribusi energi. Ia mendorong pelaku usaha untuk menjalin kerjasama bisnis (B2B) dalam mengatasi masalah ini.

Dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (20/3/2026), Bahlil menyatakan bahwa negara hadir untuk mengurus kepentingan seluruh pihak, bukan hanya kelompok tertentu.

Bahlil menekankan pentingnya kolaborasi antar badan usaha untuk menjaga keberlanjutan operasional dan memastikan ketersediaan stok BBM. Hal ini mengindikasikan kemungkinan pembelian bahan baku BBM dari Pertamina.

Kondisi stok BBM Shell yang kosong hampir di seluruh SPBU menjadi perhatian, sementara SPBU BP dan VIVO di beberapa lokasi masih memiliki ketersediaan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa pihaknya masih mengevaluasi izin impor BBM untuk SPBU Shell. Hal itu disampaikan dalam suatu agenda di kantornya, bulan lalu.

“Kan Shell itu terakhir kan menyetujui untuk proses pembelian. Jadi ya kita evaluasi, sedang dievaluasi,” kala Laode.

Sebagai informasi tambahan, salah satu SPBU Shell di Jakarta terpantau tidak menjual BBM pada hari Selasa (10/2/2026). Kekosongan stok ini terjadi karena pengajuan impor BBM oleh Shell belum disetujui Kementerian ESDM. []

Leave a Reply