Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji membuka acara grand final lomba adzan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (PP AMMDI) bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Syajaratun Thoyyibah DPP Partai Golkar.
Kegiatan yang mengusung tema “Satu Adzan Seribu Kebaikan” tersebut mempertemukan puluhan peserta terbaik dari berbagai daerah setelah melalui proses seleksi yang ketat.
Dalam sambutannya, Sarmuji menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat syiar Islam melalui masjid.
“Ketua Umum meminta agar kegiatan yang kita selenggarakan memiliki manfaat besar sekaligus menjangkau masyarakat luas. Karena itu kami mendorong AMMDI untuk mengadakan dua kegiatan sekaligus, yaitu lomba adzan dan pelatihan adzan, agar syiar ini tidak berhenti pada kompetisi semata, tetapi juga melahirkan muadzin-muadzin yang semakin berkualitas,” ujar Sarmuji.
Ia menilai kolaborasi antara AMMDI dan DKM Masjid Syajaratun Thoyyibah menjadi contoh sinergi yang baik dalam menghadirkan kegiatan keagamaan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah melalui kerja sama dengan DKM Masjid Syajaratun Thoyyibah yang dipimpin oleh KH Choirul Anam, lomba dan pelatihan adzan ini dapat dilaksanakan dengan baik. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi amal kebaikan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas,” katanya.
Sarmuji menekankan bahwa adzan memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam, karena merupakan panggilan yang menggerakkan umat untuk datang ke masjid dan menunaikan ibadah.
“Adzan yang dilantunkan dengan baik dan indah bukan hanya menyentuh hati kaum muslimin, tetapi juga menghadirkan suasana yang menenangkan bagi siapapun yang mendengarnya. Bahkan saudara-saudara kita yang non muslim pun sering kali ikut menikmati lantunan adzan yang merdu sebagai bagian dari harmoni kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, lantunan adzan yang penuh penghayatan dapat menjadi panggilan spiritual yang menggugah umat untuk segera memenuhi panggilan shalat.
“Ketika adzan dikumandangkan dengan suara yang indah dan penuh penghayatan, ia tidak hanya menandai waktu shalat. Adzan menjadi panggilan yang mengetuk hati orang-orang untuk segera melangkah ke masjid memenuhi panggilan Allah SWT,” ujar Sarmuji.
Ia berharap kegiatan seperti lomba dan pelatihan adzan tersebut dapat mendorong lahirnya tradisi adzan yang semakin baik di masjid dan mushola di berbagai daerah.
“Jika di setiap masjid dan mushola kita terbiasa mendengar adzan yang indah dan penuh penghayatan, maka itu akan menjadi syiar yang sangat baik bagi umat Islam,” katanya.
Sarmuji juga menyoroti pelaksanaan lomba yang memanfaatkan teknologi digital sehingga mampu menjangkau peserta dari berbagai daerah secara lebih luas.
“Pelaksanaan lomba secara virtual ini merupakan terobosan yang baik. Dengan memanfaatkan teknologi digital, kegiatan seperti ini dapat menjangkau lebih banyak peserta dan mudah-mudahan dapat diterapkan juga pada berbagai kegiatan keagamaan lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa DPP Partai Golkar memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh AMMDI bersama DKM Masjid Syajaratun Thoyyibah tersebut.
“Kami di DPP Partai Golkar mendukung penuh kegiatan yang digagas oleh AMMDI bersama DKM Masjid Syajaratun Thoyyibah. Terima kasih kepada panitia, kepada Ketua Umum AMMDI Bung Safrin dan kawan-kawan, serta para ustadz muda yang telah bersemangat menyelenggarakan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dalam prosesnya, lomba adzan tingkat nasional ini telah menyeleksi ratusan peserta dari berbagai daerah. Dari total 449 peserta yang mengikuti tahap awal seleksi, tersaring 25 peserta terbaik yang kini berlaga di babak grand final untuk memperebutkan gelar juara. Pemenang utama nantinya akan menerima piala bergilir dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, serta hadiah paket umrah ke Tanah Suci. {golkarpedia}











