Rycko Menoza Dorong Kolaborasi SMK Mitra Industri dan Penguatan SDM di Kawasan Industri

IKLIM jaminan keamanan bagi pelaku usaha dinilai menjadi salah satu faktor terpenting dalam menjaga keberlanjutan industri nasional, terutama di kawasan industri yang berorientasi pada investasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Rycko Menoza dalam kunjungan kerja spesifik ke Kawasan Industri MM2100, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, (26/11/25).

“Tadi mencuat juga mencakup masalah jaminan keamanan. Karena kan dimanapun juga, usaha apapun juga tentu iklim jaminan keamanan itu yang terpenting. Artinya keamanan untuk mereka berusaha, termasuk bagaimana keamanan para tenaga kerja jangan sampai nanti mereka dikit-dikit tidak puas, kumpul-kumpul mereka unjuk rasa,” kata Rycko usai kunjungan tersebut.

Menurut Rycko, kepastian keamanan dan kemudahan perizinan di kawasan industri harus mendapatkan payung hukum yang kuat. Ia menilai hal ini penting mengingat kawasan industri merupakan episentrum perputaran ekonomi dan tujuan utama investor asing.

“Jadi saya kira ini juga salah satu bagian penting yang perlu juga disimpulkan dalam hal merevisi undang-undang industri ini supaya hal-hal yang terkait menyangkut hak-haknya para pelaku usaha yang terkumpul di dalam kawasan industri yang khususnya di Bekasi dan semuanya yang ada di Indonesia ini juga tentu harus kita pikirkan,” tegas Rycko Menoza yang juga merupakan anggota Badan Legislasi DPR RI, dikutip dari FraksiGolkar, Minggu (30/11/2025).

Tak hanya persoalan keamanan, dalam kesempatan itu ia juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) industri. Ia mengapresiasi keberadaan SMK Mitra Industri MM2100 yang merupakan inisiasi perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut.

“Mereka mayoritas sebagai PMA yang menanamkan modalnya disini. Tentu kan mereka juga orang luar gak mau sia-sia mereka sudah berinvestasi di Indonesia, tetapi juga mereka tentu menginginkan apa yang mereka tanam akan menghasilkan buah yang bermanfaat juga buat mereka,” lanjutnya.

Rycko berharap pola kolaborasi pendidikan vokasi semacam itu dapat diperluas ke berbagai kawasan industri terutama di luar Pulau Jawa. Ia menilai keberhasilan SMK Mitra Industri MM2100 dalam menyerap lulusan bahkan sebelum mereka tamat sekolah tak hanya menjawab kebutuhan industri, tetapi juga menjamin kualitas tenaga kerja Indonesia.

“Jadi saya kira ini ke depan saya yakin dan percaya kalau ini terus dikembangkan dan ditingkatkan, ini juga akan mengurangi apa yang menjadi ketakutan pemerintah dalam hal mengisi lapangan pekerjaan,” jelas Legislator Dapil Lampung I ini dengan optimistis.

Diketahui bahwa sebelumnya dalam rapat, perwakilan PT. Megalopolis Manunggal Industrial Development yang merupakan pengembang Kawasan Industri MM2100 menyampaikan keluhannya terkait adanya aksi demonstrasi di area yang telah ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional Indonesia (OVNI).

Padahal sesuai peraturan dalam UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, OVNI merupakan lokasi yang dikecualikan untuk aksi demonstrasi.

Peristiwa tersebut sempat terjadi pada Senin, 23 Juni 2025 di depan PT Yamaha Music Manufacturing Asia (YMMA), Cikarang Barat. Ratusan buruh menutup akses jalan hingga mengganggu distribusi barang dan aktivitas masyarakat sekitar. Kondisi itu diperparah karena kepolisian tidak dapat bertindak optimal mengingat keterbatasan kewenangan pengamanan di kawasan industri.

Karenanya, muncul usulan agar dibentuk kepolisian khusus di kawasan industri yang masuk sebagai OVNI layaknya yang berlaku di bandara atau pelabuhan, sehingga keamanan dan kelancaran bisnis lebih terjamin dan terkoordinasi. []

Leave a Reply