WAKIL Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Idrus Marham padang badan bela Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia terkait pernyataan cadangan bahan bakar minyak (BBM) hanya sampai 20 hari.
Idrus menengarai adanya pihak-pihak yang sengaja mengolah informasi teknis, untuk memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Idus menegaskan, informasi yang sampai ke telinga rakyat sering kali tidak utuh dan bersifat sepotong-sepotong. Hal ini menyebabkan terjadinya kepanikan yang tidak perlu di saat masyarakat sedang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
“Jadi begini, memang ada kadang-kadang informasi yang sampai ke rakyat itu tidak utuh. Ya tidak secara general dan tidak secara mendetai. Misalkan akhir-akhir ini pernyataan Ketua Umum Golkar sekaligus sebagai Menteri ESDM tentang 20 hari itu,” kata Idrus kepada wartawan usai buka puasa bersama Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) di Jakarta, Sabtu (7/3/2026) malam.
Menurut Idrus, angka 20 hari yang sempat disinggung pemerintah merupakan bagian dari mekanisme siklus perputaran distribusi energi nasional.
Sehingga, masyarakat diminta memahami bahwa cadangan tersebut tidak akan dibiarkan kosong, melainkan terus diisi kembali secara berkala sesuai prosedur yang berlaku.
“Jadi 20 hari yang ada di dalam apa, lalu kemudian nanti akan diisi terus-terus. Dan ini siklusnya jalan terus sehingga tidak perlu ada khawatiran. Nah ini terpotong hanya seakan-akan 20 hari,” ujarnya, dikutip dari Liputan6.
Dia menjelaskan, Kementerian ESDM telah melakukan langkah antisipasi yang matang agar kebutuhan energi selama musim mudik lebaran tetap terpenuhi.
“Padahal itu hanya menunjukkan siklus perputaran dari pada minyak itu dan lain-lain sebagainya. Nah ini yang perlu dijelaskan kepada rakyat. Dan oleh karena itu saya kira sudah ada penjelasan dari Kementerian ESDM, juga bahwa ini tidak perlu khawatir karena pemerintah sudah mengantisipasi sedemikian rupa,” jelasnya.
Idrus menyayangkan adanya pihak yang memanfaatkan situasi ini demi kepentingan tertentu, mengingat rendahnya solidaritas sosial saat ini. Baginya, menyebarkan ketakutan dengan memutarbalikkan data faktual adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi karena mengganggu ketenangan publik.
“Nah ini kan bangsa kita sekarang ini karena solidaritas sosial kita semakin rendah, maka tidak ada olahan saja dicari olahan. Nah apalagi ada begini dan ini sudah menyesatkan rakyat,” tegasnya.
Politikus senior Golkar ini pun memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba ‘memancing di air keruh’. Menurutnya, tindakan menyesatkan rakyat bukan hanya soal politik, melainkan sudah masuk ke ranah moral dan spiritual yang sangat serius.
“Ya jangan mengolah, jangan menyesatkan rakyat. Ini tidak hanya mengganggu stabilitas pemerintahan tetapi juga adalah dosa besar karena itu adalah suatu sikap-sikap konsoliman,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan keterbatasan kapasitas penyimpanan atau storage menjadi tantangan utama dalam upaya memperbesar cadangan BBM nasional.
Menurut Bahlil, kemampuan daya tampung BBM Indonesia sejak lama hanya berada pada kisaran maksimal 25 hari. Dengan kapasitas tersebut, pemerintah menetapkan standar minimal cadangan BBM nasional berada pada kisaran 20 hingga 23 hari.
“Saya sampaikan bahwa kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal 25 hari, maksimal. Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari,” ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (4/3/2026).
Kebijakan Luar Negeri Harus Untungkan Rakyat
Dalam acara buka bersama, Idrus juga membeberkan arah kebijakan internal partainya dalam merespons ketidakpastian geopolitik global, termasuk dampak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
“Itu kan di mana-mana juga ketua umum bicara itu. Bahwa kita selalu melakukan konsolidasi, koordinasi, mengantisipasi kemungkinan adanya dampak ya dari geopolitik yang tidak menentu itu,” kata Idrus.
“Tetapi yang penting adalah arahannya juga saya kira bahwa kita memikirkan kepentingan rakyat sendiri. Itu ini yang paling pokok,” sambungnya.
Idrus menjelaskan, instrumen politik luar negeri yang dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus didukung penuh sebagai sebuah strategi besar.
Namun, ia mengingatkan, posisi Indonesia yang bebas aktif harus dimaknai secara progresif untuk mengamankan kepentingan nasional.
“Jadi langkah apapun politik luar negeri diambil di luar, itu dampaknya, implikasinya harus memberikan keuntungan dalam negeri. Itu jelas, itu bukan hanya dibicarakan kalau itu memang instruksi kepada kita,” ungkapnya.
Idrus menyebut, Bahlil secara konsisten memerintahkan agar perjuangan politik luar negeri tidak boleh membuat Indonesia kehilangan jati diri. Prinsip-prinsip dasar negara tetap menjadi kompas utama dalam menentukan sikap di panggung dunia agar tidak terombang-ambing oleh kepentingan asing.
“Kepada Partai Golkar, Pak Bahlil sudah menginstruksikan kebijakan luar negeri Pak Prabowo, bebas aktif itu harus dimaknai aktif dan karena itu dimanapun posisinya sebagai sebuah strategi harus didukung, yang penting adalah mengalir sikap politik itu, perjuangan politik itu tidak hanyut,” tegasnya. []











