KOMISI X DPR RI mengapresiasi langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Mu’ti membatalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam rangka efisiensi. Sehingga, proses pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas utama.
Menurutnya, metode tatap muka terbukti lebih efektif sekaligus penting untuk menjaga kualitas interaksi antara guru dan siswa, termasuk dalam kegiatan praktikum yang tidak dapat tergantikan oleh sistem daring.
Ia juga menilai, mayoritas siswa yang bersekolah relatif dekat dari rumah seiring penerapan sistem zonasi justru berkontribusi pada efisiensi energi, khususnya dari sektor transportasi.
Namun demikian, Hetifah mengingatkan bahwa wacana pembelajaran dari rumah atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memiliki sejumlah tantangan jika diterapkan secara luas.
“Belajar dari rumah memiliki sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai jika diterapkan secara luas, mulai dari risiko penurunan capaian belajar (learning loss), keterbatasan interaksi guru dan siswa, hingga potensi meningkatnya kesenjangan akses akibat perbedaan fasilitas dan pendampingan di rumah,” kata Hetifah dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Selain itu, kata dia, aspek sosial-emosional peserta didik juga dinilai rentan terdampak karena berkurangnya ruang interaksi dan pembentukan karakter.
Meski begitu, PJJ tetap bisa dimanfaatkan secara fleksibel dalam kondisi tertentu, seperti saat terjadi bencana alam, gangguan akses sementara, atau di wilayah terpencil yang kekurangan tenaga pendidik. “Dalam situasi tersebut, PJJ menjadi solusi adaptif agar proses belajar tetap berlangsung,” jelas Politikus Partai Golkar ini.
Karena itu, Hetifah mengimbau pemerintah daerah untuk tidak ragu melanjutkan pembelajaran tatap muka pasca libur Idulfitri, sesuai kebijakan yang telah ditetapkan.
“Sembari terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat dukungan bagi guru, serta memastikan lingkungan belajar yang aman dan kondusif,” pungkasnya, dikutip dari RMOL. []











