SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Partai Golkar M Sarmuji menyampaikan bahwa partainya berduka atas meninggalnya Wapres ke-6 Try Sutrisno. Try Sutrisno diketahui pernah terafiliasi dengan Golkar pada era Orde Baru.
“Kami berduka sedalam-dalamnya atas wafat tokoh bangsa Jenderal (Purn) Try Sutrisno,” ujar Sarmuji kepada Kompas.com, Senin (2/3/2026).
Sarmuji menjelaskan, Try Sutrisno merupakan pejuang lintas generasi yang membersamai Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Beliau adalah pejuang lintas generasi yang diberikan kesempatan untuk membersamai bangsa ini melalui berbagai tantangan. Beliau mengawal agar bangsa ini setia berjalan sesuai landasan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945,” imbuhnya, dikutip dari Kompas.
Diketahui, Try Sutrisno meninggal di RSPAD, Jakarta Pusat, Senin pagi tadi. Pihak keluarga menyebut tidak ada penyakit tertentu yang dialami Try yang menjadi penyebab meninggal dunia. Anak Try, Taufik Dwi Cahyono, menyebutkan bahwa kondisi kesehatan sang ayah menurun karena faktor usia Try yang sudah menginjak 90 tahun.
“Bapak sih karena memang sudah usia, semuanya kan menurun, umur segitu, enggak ada yang spesial sakit khusus ya karena memang sudah usia ya, menurun dari kemampuan napasnya, atau semacamnya,” kata Taufik di RSPAD Gatot Soebroto, Senin, dikutip dari Kompas TV.
Taufik menuturkan, sebelum wafat, Try telah dirawat di RSPAD sejak tanggal 16 Februari 2026 lalu karena sempat tidak punya selera untuk makan. “(Dirawat sejak) 16 Februari. Jadi cuma tiba-tiba selera makan turun, dibawa ke sini, naik turun lah, dikasih obat, dikasih makan,” kata Taufik.
Taufik menuturkan, tim dokter RSPAD dan kepresidenan sudah mengupayakan pengobatan terbaik kepada Try. Namun, pada Senin pagi, keluarga mendapat kabar bahwa kondisi kesehatan Try memburuk dan dinyatakan meninggal dunia.
“Sampai di sini diusahakan segala macam-macam, ya mungkin sudah waktunya, alhamdulillah Bapak tidak menderita sakit yang terlalu lama dan yang lain-lainnya begitu, memang sudah usia,” ujar Taufik. []











