KOMISI VI DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke PT Krakatau Steel di Kota Cilegon, Banten, Kamis (12/3/26). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan operasional usaha serta revitalisasi fasilitas produksi PT Krakatau Steel.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nurdin Halid, yang bertindak sebagai Ketua Tim Kunjungan, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sebelumnya membahas upaya penyelamatan industri baja nasional.
“Kita datang ke sini (Krakatau Steel) tidak lain merupakan tindak lanjut dari pada RDP yang lalu yang menghadirkan Menteri Pertahanan, Menteri Perindustrian dan Danantara, ini tidak lain upaya kita untuk menyelamatkan industri baja,” kata Nurdin di sela-sela sambutannya, dikutip dari FraksiGolkar, Sabtu (14/3/2026).
Ia juga memberikan apresiasi kepada PT Krakatau Steel yang dinilai menunjukkan progres signifikan. Pasalnya, beberapa waktu lalu perusahaan pelat merah tersebut hampir mengalami kolaps dan memiliki tunggakan pembayaran di perbankan dengan status kolektibilitas (kol) 5.
Guna mendukung penyelamatan perusahaan, Krakatau Steel mendapat suntikan dana dari Danantara sebesar Rp5 triliun. Hingga Oktober 2025, status tunggakan pembayaran perusahaan tersebut telah membaik menjadi kol 2.
“Alhamdulillah dari kunjungan ini, kita langsung melihat ke lapangan, ada progres yang luar biasa. Ada peningkatan kinerja yang sangat signifikan, dengan restrukturisasi, dari kol 5, sejak tahun lalu, itu sudah kol 2. Ini tinggal sedikit yang kol 1,” kata Nurdin kepada wartawan usai melakukan peninjauan lapangan.
Ia pun berharap pada tahun depan Krakatau Steel sudah memiliki kemandirian dalam mengelola industri bajanya.
Diketahui bahwa PT Krakatau Steel mencatat laba bersih sebesar 24 juta dolar AS pada kuartal III 2025. Capaian tersebut mencerminkan momentum positif dari efektivitas restrukturisasi kewajiban serta peningkatan efisiensi operasional perusahaan.
Di sisi operasional, stabilisasi pabrik juga menunjukkan hasil positif. Volume produksi baja konsolidasi hingga kuartal III 2025 tercatat sebesar 740 ribu ton, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar 540 ribu ton.
Sejalan dengan peningkatan produksi tersebut, volume penjualan baja konsolidasi perseroan juga menunjukkan tren kenaikan sepanjang 2025, yakni 226 ribu ton pada kuartal I, meningkat menjadi 244 ribu ton pada kuartal II, dan mencapai 269 ribu ton pada kuartal III. []











