MENTERI Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji meminta agar tetangga memiliki kepedulian terhadap sesama untuk merespons kasus anak SD yang bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Jangan sampai begitu terulang kembali, kita ini sudah 80 tahun merdeka. Kita perhatikan dengan baik tetangga-tetangga kita,” katanya ditemui usai konsolidasi bersama kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Cilegon, Banten, Kamis (5/2/2026).
Wihaji menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa tersebut, dan meminta Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk terus mengedukasi kepada keluarga tentang pentingnya kesehatan mental.
“Oleh karena itu saya berpesan kepada TPK, tolong kalau ada sesuatu yang begini-begini ini perhatikan, bisa dilaporkan kepada pihak terkait, memang kita tidak bisa kontrol satu persatu, tetapi ini mengetuk hati kita. Ini bagian dari kewajiban kita yang saya sebut dengan ketahanan keluarga,” ujar dia, dikutip dari Antaranews.
Wihaji menyampaikan, kesehatan mental termasuk bagian dari delapan fungsi keluarga yang perlu menjadi perhatian semua pihak, mulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga hingga pemerintah pusat.
“Apapun sebabnya, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi, yang kedua, tentu ini bagian dari kewajiban kita semua, khususnya dari Kemendukbangga yang berurusan dengan keluarga, penting tentang kesehatan mental karena itu ke depan tentang delapan fungsi keluarga, nanti akan saya genjot terus untuk memberikan edukasi tentang delapan fungsi keluarga,” tuturnya.
Adapun delapan fungsi keluarga tersebut yakni fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.
Kasus siswa kelas IV SD yang bunuh diri di Ngada, NTT, dan menyampaikan surat kepada orang tuanya diduga akibat himpitan ekonomi keluarga menjadi sorotan publik. Surat perpisahan yang ditulisnya kemudian menyebar yang menyebabkan masyarakat menyayangkan kejadian tersebut.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko telah mengirim konselor psikologi untuk memberikan pendampingan terhadap keluarga, khususnya orang tua dari siswa kelas IV SD yang bunuh diri karena tak dibelikan buku dan pensil.
“Tim sudah ke Kabupaten Ngada hari ini dan memberikan pendampingan serta penguatan bagi keluarga korban,” kata Kapolda NTT di Kupang, Rabu (4/2/2026).
Konseling dan pendampingan akan dilakukan tim mulai Rabu (4/2/2026) sampai dengan Minggu (8/2/2026) di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerubuu, Kabupaten Ngada. []











