Mendukbangga Wihaji Libatkan 597 Ribu TPK & PKK Dalam Distribusi MBG Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita

KEMENTERIAN Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

“Salah satu program strategis Presiden yang diamanahkan kepada Kemendukbangga/BKKBN adalah pendistribusian dan edukasi MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Mayoritas Tim Pendamping Keluarga (TPK) kita berasal dari pengurus PKK di desa-desa, sehingga ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi untuk bersama-sama melakukan edukasi,” kata Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan TP PKK merupakan bagian dari kekuatan yang langsung menjangkau masyarakat hingga ke bawah, dengan 597 ribu lebih TPK yang rata-rata merupakan pengurus PKK dan kader posyandu.

Wihaji menegaskan pentingnya sosialisasi dan edukasi untuk menjalankan program-program strategis yang didukung oleh TP PKK, tak hanya MBG, tetapi juga program-program prioritas nasional lainnya.

“Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG Pasal 47, kami juga diminta untuk melakukan pendistribusian MBG. Hal ini perlu diketahui oleh seluruh kepala daerah, khususnya para ketua TP PKK, mengingat sekitar 60 persen kepala daerah merupakan pejabat baru, jika tidak disosialisasikan, program ini bisa jadi kurang mendapat prioritas,” kata Mendukbangga Wihaji, dikutip dari Antaranews.

Ia juga mengemukakan pembangunan sumber daya manusia memang tidak memberi hasil yang cepat sebagaimana pembangunan infrastruktur, tetapi, TP PKK perlu berperan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pembangunan manusia untuk keluarga Indonesia yang lebih berkualitas.

“Umumnya, perhatian kita seringkali lebih tertuju pada pembangunan infrastruktur. Melalui TP PKK, kita berharap ada pengingat, minimal kepada para suami yang menjabat sebagai kepala atau wakil kepala daerah, agar program-program prioritas ini dapat diperhatikan hingga ke bawah,” tutur Mendukbangga.

Untuk itu ia berharap ke depan TP PKK dapat terus bergerak bersama pemerintah daerah untuk menyukseskan program-program pembangunan manusia.

“Yang pasti, pembangunan keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab TP PKK, Kemendukbangga/BKKBN atau Badan Gizi Nasional (BGN), melainkan juga melalui sosialisasi dan advokasi ke daerah-daerah agar pelaksanaan MBG berjalan dengan baik di masyarakat,” ucap Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji. []

Leave a Reply