Mendukbangga Wihaji Apresiasi Tenaga Kesehatan di Aceh Timur, Dorong Optimalisasi Layanan KB Pascabanjir

MENTERI Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji meminta kepala perwakilan BKKBN di daerah pascabencana untuk mendata kebutuhan mobil kontrasepsi atau KB.

Hal tersebut disampaikan Wihaji saat berbincang bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Aceh Timur Adlinsyah secara daring dalam Kick Off Pelayanan KB Serentak yang diikuti di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

“Saya minta kepala perwakilan BKKBN Aceh mendata kebutuhan yang urgent, khususnya di Aceh Timur, khususnya mobil layanan yang pinjam dari provinsi, semoga nanti bisa dilaporkan oleh perwakilannya, barangkali ini yang dibutuhkan di Aceh Timur,” katanya, dikutip dari Antaranews.

Wihaji juga mengapresiasi para bidan, tenaga kesehatan, dan tim pendamping keluarga (TPK) yang terus bekerja sekuat tenaga dan tetap mendampingi masyarakat meski sama-sama menjadi korban bencana banjir Sumatera.

“Saya terima kasih kepada bidan-bidan yang turun langsung, walaupun masih tinggal di hunian sementara (huntara), tetapi masih luar biasa,” ujar dia.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Aceh Timur Adliansyah menyampaikan, pelayanan KB di Desa Pelangi, Kecamatan Simpang Ulin, Kabupaten Aceh Timur terus ditingkatkan melalui mobil pelayanan KB yang saat ini masih meminjam dari perwakilan BKKBN Provinsi Aceh.

“Capaian program Kecamatan Simpang Ulin, Aceh Timur dengan jumlah pasangan usia subur 2.856 jiwa, dan yang ber-KB ada 1.683. Saat ini saya sedang bersama seorang ibu yang memasang implan,” katanya.

Adliansyah juga menyampaikan, di Kecamatan Simpang Ulin, tepatnya lokasi huntara korban bencana, jumlah keluarga yang ingin memiliki anak segera sebanyak 318 orang, dan yang sedang hamil ada 14 orang.

“Saat ini, secara langsung kami sampaikan pelaksanaan pelayanan KB kurang lebih ada 30 orang. Ini menjadi perhatian khusus bagi kami, sebagai hadiah di daerah bencana, karena fasilitas kesehatan (faskes) kita banyak yang terbawa air,” paparnya.

Ia menambahkan, tim BKKBN di Aceh Timur bersama dinas kesehatan Aceh Timur juga memberi edukasi warga yang terdampak bencana tentang pentingnya mengikuti kontrasepsi jangka panjang, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) guna mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

“Edukasi ini juga mengajarkan perencanaan kehamilan serta serta perlindungan kesehatan reproduksi. Harapan kami, masyarakat dapat memahami pentingnya menjaga jarak anak agar kesehatan ibu dan anak terjaga,” katanya. []

Leave a Reply