Juliyatmono Ajak Pelajar Tak Alergi Politik lewat DATalk SMP Muhammadiyah

PROGRAM DATalk SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar kembali menjadi ruang edukatif bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, serta wawasan kebangsaan. Pada episode terbaru, DATalk menghadirkan anggota DPR RI Komisi X, Juliyatmono, dalam sesi dialog interaktif yang melibatkan siswa secara langsung sebagai pengelola kegiatan.

Acara ini dipandu oleh Balqis Khalisa Alfahri, siswi kelas IXG, yang berperan sebagai host. Seluruh proses produksi DATalk dikelola oleh siswa, termasuk Ramadha Zahra dari kelas IX D yang bertugas sebagai kameramen. Meski berlangsung di tengah libur sekolah, para siswa tetap menunjukkan antusiasme tinggi untuk belajar dan berkarya.

Dalam kesempatan tersebut, Juliyatmono mengapresiasi dedikasi tim DATalk yang tetap aktif dan produktif. Menurutnya, semangat siswa dalam memanfaatkan waktu libur untuk kegiatan positif mencerminkan karakter pelajar yang berkemajuan, sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah.

Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, pemuda, dan olahraga, Juliyatmono memaparkan peran strategis DPR RI, termasuk fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, dikutip dari MuhammadiyahKaranganyar.

Ia juga menjelaskan pembagian komisi di DPR RI serta komitmennya untuk terus mendorong lahirnya kebijakan dan regulasi yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Lebih lanjut, Juliyatmono mengajak para siswa agar tidak bersikap alergi terhadap politik. Ia menekankan bahwa politik tidak selalu identik dengan hal negatif, melainkan dapat menjadi sarana perjuangan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Keterlibatan dalam organisasi pelajar, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), menurutnya merupakan bagian dari proses pembelajaran politik yang sehat dan bermartabat.

Ia juga berpesan agar generasi muda, khususnya pelajar Muhammadiyah, memaksimalkan masa sekolah sebagai momentum untuk memperkaya ilmu pengetahuan, membangun karakter, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Juliyatmono menegaskan, apabila kaum terpelajar menjauh dari dunia politik, maka ruang tersebut berpotensi diisi oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi dan integritas.

Kepala SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar, Zaenal Arifin, menyampaikan bahwa program DATalk merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan komunikasi siswa, tetapi juga memperluas wawasan mereka tentang dunia pendidikan, kebangsaan, dan kepemimpinan.

Zaenal Arifin menegaskan bahwa keterlibatan langsung siswa sebagai host, kru, dan pengelola acara merupakan bentuk pembelajaran nyata (experiential learning) yang sejalan dengan visi sekolah.

Ia berharap melalui dialog bersama tokoh nasional seperti anggota DPR RI, siswa SMP Muhammadiyah Darul Arqom dapat tumbuh menjadi pelajar yang kritis, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Sementara itu, Balqis Khalisa Alfahri dan Ramadha Zahra mengaku bersyukur atas kesempatan berdialog langsung dengan wakil rakyat tersebut. Mereka menilai perbincangan ini memberikan pengalaman berharga serta menambah wawasan baru, terutama terkait dunia pendidikan, peran DPR RI, dan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan bangsa. []