PELAKSANAAN Musyawarah Daerah (Musda) XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menjadi misteri. Kegiatan yang ditargetkan digelar pada akhir bulan Maret, belum terjadwalkan secara resmi atau masih menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.
Koordinator Steering Committee (SC) Musda XI DPD Partai Golkar Sulsel, Armin Toputiri mengatakan pihaknya belum menerima jadwal pelaksanan Musda dari DPP Golkar. Namun, dia memastikan, seluruh tahapan pelaksanaan Musda sudah siap untuk dijalankan.
“Kalau komposisi SC sudah selesai. Itu sudah disampaikan ke DPP. Tapi, sampai saat ini Surat Keputusan (SK)-nya belum terbit,” ujar Armin kepada wartawan di Makassar, Sulsel, Kamis (26/3/2026).
Dia mengakui, ketidakjelasan waktu pelaksanaan Musda memunculkan berbagai spekulasi di internal partai. Sebab, seluruh perangkat pelaksanaan Musda telah disiapkan, tapi belum bisa bergerak lebih jauh tanpa SK resmi dari DPP.
Kondisi tersebut, sambung Armin, juga membuat panitia menunggu tanpa kepastian waktu. “Kalau pun SK-nya telat terbit, kami SC dan OC siap tancap gas. Kami siap ‘kejar tayang’,” imbuhnya, dikutip dari RM.
Senada, Ketua Organizing Committee (OC) Musda XI DPD Golkar Sulsel, Lukman Baco Kady menegaskan, keputusan final soal waktu pelaksanaan Musda merupakan kewenangan penuh DPP. Menurut dia, panitia pelaksana di daerah tak memiliki kewenangan untuk menetapkan jadwal secara mandiri.
“Kami hanya menunggu arahan DPP saja. Setelah jadwal ditetapkan, kami siap bekerja maksimal untuk menyukseskan Musda,” ucapnya.
Sementara, Sekretaris Panitia Musda XI DPD Golkar Sulsel, Andi Patarai Amir menilai, pelaksanaan Musda pada akhir Maret, sulit terealisasi. Sebab, seluruh tahapan pelaksanaan Musda baru bisa berjalan, setelah adanya legitimasi dari DPP Golkar.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sulsel, Muhidin M Said menyatakan, pelaksanaan Musda menyesuaikan jadwal Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia. “Sebab, beliau (Bahlil) akan hadir seperti di daerah lainnya,” ujarnya.
Said menambahkan, restu Ketua Umum DPP Golkar, menjadi salah satu faktor penting dalam proses pencalonan Ketua DPD Golkar Sulsel periode 2026-2031. “Siapa pun kader yang ingin maju di Musda nanti, harus mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Golkar,” tegasnya.
Appi Kantongi 21 Dukungan DPD
Salah satu calon Ketua DPD Golkar Sulsel, Munafri Arifuddin, percaya diri untuk masuk ke arena pertarungan. Wali Kota Makassar itu telah mengantongi dukungan 21 DPD II atau pengurus Golkar tingkat kabupaten dan kota se-Provinsi Sulsel, untuk maju di Musda mendatang.
Direktur Nurani Strategic Consulting, Nurmal Idrus menilai, soliditas dukungan yang diberikan DPD II kepada Appi, sapaan Munafri Arifuddin, sulit dibendung dalam Musda.
Menurutnya, Appi telah mengantongi mayoritas suara sah, baik secara tertulis maupun lisan, hingga berpeluang terpilih secara aklamasi.
“Secara matematis, angka 21 DPD II itu sangat menentukan. Dalam tradisi Golkar, suara DPD II adalah pemegang kunci. Ini menunjukkan, Appi berhasil membangun simpul kepercayaan yang kuat di tingkat daerah,” jelasnya.
Namun begitu, Nurmal mengingatkan, Appi tetap tidak boleh mengabaikan satu faktor krusial dalam kontestasi Musda Golkar Sulsel, yakni pendekatan dengan pengurus DPP di Jakarta. Dia menilai, meski dukungan DPD II telah mencapai 81 persen, keputusan akhir tetap melibatkan pertimbangan DPP Golkar.
“Variabel terakhir tetap ada di DPP Golkar. Biasanya, DPP akan bersikap realistis, dan penentuan pemenang Musda tingkat provinsi tidak selalu ditentukan oleh suara terbanyak di DPD II. Ini perlu dicermati dengan baik agar tidak menjadi batu sandungan,” terangnya.
Ketua DPD II Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin, juga telah menegaskan kesiapan untuk maju dalam perebutan Ketua DPD Golkar Sulsel periode 2026-2031. Dia mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat peran dan posisi, serta kembali menjadikan Golkar sebagai partai terbesar di Provinsi Sulsel.
“Ini waktu yang tepat untuk menjalankan berbagai strategi dan pendekatan-pendekatan dalam rangka memperkuat posisi Golkar di kancah politik lokal,” ujar Appi, sapaan Munafri Arifuddin.
Dia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan silaturahmi ke tokoh-tokoh senior dan elit Golkar, untuk memperkuat posisi pencalonan di Musda XI Golkar. Di antaranya, Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, serta mantan Wakil Presiden yang juga mantan Ketua Umum DPP Golkar, Jusuf Kalla (JK).
“Dalam silaturahmi itu, kami mendapat lampu hijau untuk maju di Musda. Kami mendapat izin untuk melakukan sosialisasi, serta membangun strategi untuk mengembalikan marwah dan menjadikan Golkar sebagai pemenang Pemilu di Sulsel,” urainya. []











