KETUA Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengusulkan adanya penambahan titik-titik penyediaan buku bacaan gratis yang berkualitas guna mendorong minat baca sekaligus menguatkan budaya literasi masyarakat.
Secara khusus, ia mengatakan penambahan akses buku bacaan gratis berkualitas di ruang publik itu ditujukan untuk menumbuhkan minat baca anak-anak sejak usia dini.
“Menyediakan buku-buku di ruang publik adalah ide yang sangat brilian untuk mendorong minat baca sejak dini dan mendorong relasi antara orang tua dengan anak yang lebih akrab,” kata Hetifah usai mengikuti kegiatan Pembukaan Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Terkait dengan ketersediaan buku gratis berkualitas di lingkungan stasiun, ia mengusulkan agar Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dapat menyediakan sejumlah buku sebagai perpustakaan mini bagi penumpang secara reguler di beberapa restoran.
“Mungkin juga nanti teman-teman dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian bisa menyediakan tempat, misalnya di resto untuk menempatkan sejumlah buku sebagai perpustakaan mini bagi para penumpang, bukan hanya saat mudik saja, tapi bisa setiap saat,” kata Hetifah, dikutip dari Antaranews.
Sementara kepada Kemendikdasmen, Hetifah juga mengusulkan agar penyediaan buku bacaan gratis berkualitas dapat menjangkau ruang publik lainnya, seperti pasar maupun tempat penitipan anak yang dapat mendukung misi Kemendikdasmen dalam menggalakkan kegiatan membaca sejak usia dini.
“Juga untuk meningkatkan akses masyarakat kepada kebiasaan membaca sejak dini, jadi bukan hanya di rumah, tapi dari manapun ketika melakukan kegiatan sehari-hari, mungkin nanti di pasar-pasar juga ada ya Pak Menteri dan tempat lainnya, seperti tempat penitipan anak, sehingga mereka bisa sekaligus tadi belajar membaca,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti yang menumbuhkan minat baca serta literasi anak di luar kelas melalui penyediaan buku bacaan gratis di ruang publik.
Ia mengatakan penyediaan buku bacaan anak secara gratis di ruang publik melalui program tahunan Mudik Asyik Baca Buku (MABB) merupakan salah satu cara kreatif Kemendikdasmen dalam meningkatkan akses anak terhadap budaya membaca selain kegiatan belajar mengajar di ruang kelas.
“Kami Komisi X mengapresiasi semua pihak, khususnya tadi ya Partisipasi Semesta yang diinisiasi Kemendikdasmen. Saya yakini dampaknya akan sangat besar, karena kehadiran buku di ruang publik seperti ini merupakan salah satu cara kreatif untuk memperkenalkan anak-anak terhadap buku dan bahan bacaan,” kata Hetifah. []











