GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan menjatuhkan sanksi tegas terhadap aparatur sipil negara (ASN) berjumlah 1.914 ASN yang tidak disiplin karena tidak mengikuti apel tanpa keterangan jelas.
“Baru pertama kali ini, saya pimpin apel dan kurang lebih 2000an ASN yang tidak hadir. Ini harus kita tindak dan kita sanksi dengan tegas apalagi yang tidak ada keterangan jelas, ini tidak boleh dibiarkan yang seperti ini. Peringatan dan aturan harus tegas kita tegakkan,” kata dia, di Kupang, Senin (23/2/2026).
Berdasarkan laporan awal, jumlah ASN Pemprov NTT tercatat sebanyak 5.885 orang. Dari jumlah tersebut, 3.790 ASN hadir mengikuti apel, sedangkan 2.095 orang tidak hadir.
Dari total yang tidak hadir, sebanyak 24 orang tercatat tugas belajar, 32 orang cuti, tiga orang diperbantukan, 54 orang sakit, 64 orang izin, dan empat orang dalam masa persiapan pensiun.
“Ini harus kita tindak dan kita sanksi dengan tegas, apalagi yang tidak ada keterangan jelas. Ini tidak boleh dibiarkan,” kata dia, dikutip dari Antaranews.
Ia meminta pimpinan perangkat daerah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, serta Inspektur untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap ASN yang hadir maupun tidak hadir.
Menurut dia, ketidaktegasan terhadap pelanggaran disiplin dapat berdampak luas terhadap kinerja pemerintahan. Ia juga menegaskan bahwa tambahan penghasilan pegawai (TPP) akan menjadi salah satu pertimbangan berdasarkan kedisiplinan dan kinerja.
“TPP dibayarkan bagi ASN yang berkinerja baik dan berdampak. Tolong dicek teliti dan laporkan kepada kami,” ujarnya.
Melki menekankan disiplin ASN tidak hanya sebatas kepatuhan terhadap jam kerja dan aturan administrasi, tetapi juga mencerminkan integritas, dedikasi, dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.
Ia mengajak seluruh ASN meningkatkan etos kerja dan profesionalisme guna mendukung pelayanan publik yang berkualitas, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.
Dia menambahkan dalam memberikan pelayanan, disiplin itu cerminan integritas, dedikasi dan tanggung jawab ASN sebagai aparatur.
“Terima kasih juga terhadap ASN yang sudah bekerja keras bersama-sama secara profesional. Saya berharap yang sudah baik, kita pertahankan dan kita tingkatkan, dan yang kurang-kurang kita benahi dan perbaiki lagi agar rencana program yang kita laksanakan bisa tercapai dengan baik,” jelas dia.
Ia juga menyatakan pemerintah provinsi akan memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix guna mempercepat penanganan berbagai isu strategis di NTT, dengan dukungan data yang akurat dan kredibel. []











