Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah konkret dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional melalui pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik. Ia menilai keberhasilan pendidikan sangat berkaitan erat dengan kondisi kesehatan dan kecukupan gizi anak-anak di sekolah.
Menurut Firman, penyediaan makan bergizi gratis di lingkungan pendidikan memiliki dampak langsung terhadap konsentrasi belajar, kesehatan anak, hingga capaian akademik jangka panjang.
“MBG adalah program yang sangat baik dan relevan untuk meningkatkan mutu pendidikan anak sekolah. Kita tidak bisa bicara prestasi kalau kebutuhan dasar anak-anak, terutama asupan gizinya, tidak terpenuhi. Dengan makan bergizi gratis, anak-anak bisa lebih fokus belajar dan meningkatkan prestasi akademisnya,” ujar Firman Soebagyo.
Ia menjelaskan, berbagai kajian menunjukkan bahwa gizi yang cukup berbanding lurus dengan perkembangan kognitif dan daya serap siswa. Karena itu, MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga kebijakan pendidikan berbasis sains dan kebutuhan riil di lapangan.
“Program ini dapat meningkatkan gizi dan kesehatan anak sekolah, memperkuat konsentrasi dan fokus belajar, sekaligus mendukung perkembangan otak dan kecerdasan anak. Kalau gizinya baik, imunitasnya kuat, maka kehadiran di sekolah pun lebih konsisten. Itu fondasi penting bagi peningkatan prestasi akademis,” tegas politisi senior Partai Golkar ini.
Firman juga menilai pengalokasian anggaran APBN untuk MBG mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun generasi emas Indonesia. Baginya, belanja negara di sektor ini harus dilihat sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar pengeluaran rutin.
“Pengalokasian anggaran APBN untuk program MBG menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan anak sekolah. Ini bukan beban anggaran, ini investasi masa depan bangsa. Kita sedang menanam, bukan menghabiskan,” dikatakan Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI tersebut.
Meski demikian, Firman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini turut mengingatkan bahwa besarnya anggaran harus diiringi tata kelola yang transparan dan pengawasan ketat. Ia menekankan pentingnya sistem distribusi yang tepat sasaran serta mekanisme audit yang kuat agar tidak terjadi kebocoran anggaran.
“Implementasi program MBG harus dilakukan secara efektif dan efisien. Jangan sampai program yang sangat baik ini justru tercoreng oleh penyalahgunaan anggaran atau distribusi yang tidak tepat sasaran. Pengawasan harus ketat, transparan, dan akuntabel,” tandas legislator asal Pati, Jawa Tengah ini.
Firman memastikan Komisi IV DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan secara optimal agar pelaksanaan MBG benar-benar menyentuh siswa yang membutuhkan dan menghasilkan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan nasional.
“Tujuan akhirnya jelas, anak-anak kita sehat, cerdas, dan siap bersaing. Kalau pelaksanaannya disiplin dan pengawasannya kuat, MBG bisa menjadi salah satu kebijakan paling strategis dalam membangun SDM unggul Indonesia,” pungkas Firman Soebagyo.











