Dewi Yustisiana Minta Pengelolaan Logam Tanah Jarang Berbasis Data dan Berkelanjutan

ANGGOTA Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana mendorong penyusunan peta jalan atau roadmap nasional logam tanah jarang (LTJ) yang terintegrasi guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis.

Menurutnya, meningkatnya kebutuhan dunia terhadap mineral berbasis teknologi tinggi harus direspons melalui kebijakan yang jelas, terarah, dan berbasis data.

“Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan logam tanah jarang, namun diperlukan roadmap nasional yang terintegrasi agar pengelolaannya tidak berjalan parsial dan mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi industri nasional,” kata Dewi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (14/2/2026), dikutip dari Antaranews.

Ia menilai pengelolaan LTJ perlu didukung inventori nasional yang akurat serta penguatan riset dan koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia mampu membangun ekosistem industri bernilai tambah tinggi di dalam negeri.

Ia juga menekankan peta jalan LTJ akan memberikan kepastian arah hilirisasi mineral sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap pengembangan industri strategis nasional. Kejelasan kebijakan dinilai menjadi faktor kunci dalam mendorong investasi berkualitas dan penguatan kapasitas teknologi nasional.

Di sisi lain, Dewi mengingatkan agar pengembangan LTJ tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan dan tata kelola yang baik.

Penguatan industri mineral strategis, menurutnya, harus berjalan selaras dengan perlindungan ekosistem serta manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. []

Leave a Reply