DALAM upaya menekan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal serta memperkuat perlindungan dan pemberdayaan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) meluncurkan Program Desa Migran Emas.
Program ini lahir sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional yang akan dijalankan di berbagai daerah di seluruh Indonesia oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dibawah pimpinan bapak Drs. Mukhtarudin. Program ini hadir sebagai solusi untuk menekan angka Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal atau non-prosedural.
Ranny Fahd Arafiq, Anggota DPR RI, turut menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah atas lahirnya Program Desa Migran Emas, menurutnya Program ini bukan sekadar seremonial, melainkan benteng pertahanan pertama bagi calon pekerja kita. Dengan edukasi dan akses informasi yang tepat di desa, kita bisa memutus mata rantai pengiriman pekerja migran ilegal yang berisiko tinggi,” ujar Ranny Fahd dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari FraksiGolkar, Selasa (17/2/2026).
Ia juga melihat bahwa keberadaan Pekerja Migran Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data KP2MI, perputaran keuangan dari pekerja migran pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp211 triliun, yang menunjukkan peran strategis PMI dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus ekonomi nasional.
“Angka 211 Triliun di tahun 2025 ini membuktikan bahwa PMI adalah aset bangsa yang besar. Oleh karena itu, kehadiran negara melalui program Desa Migran Emas sangat diperlukan agar potensi ekonomi ini tetap berjalan lurus dengan jaminan keselamatan pekerja,” tambah Ranny.
“Melindungi dan memberdayakan pekerja migran bukan hanya soal kemanusiaan, tetapi juga investasi ekonomi bangsa. Program Desa Migran Emas patut didukung dan diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas,” tutupnya.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari visi Bapak Presiden Prabowo yang diterjemahkan dengan baik oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Drs. Mukhtarudin, dalam program Desa Migran Emas yang memiliki Fokus utama memastikan setiap warga negara yang ingin bekerja ke luar negeri memiliki kompetensi tinggi dan menempuh jalur resmi yang aman. []











