KETUA Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menegaskan pentingnya jaminan pasokan energi nasional menjelang Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
Hal itu disampaikannya saat membuka agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI bersama jajaran PT Pertamina (Persero), termasuk holding, subholding hulu dan hilir, serta regulator migas di Kabupaten Badung, Bali, Senin (23/2/2025).
Menurutnya, momentum Ramadan dan Idulfitri selalu diikuti peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, terutama saat arus mudik Lebaran. Sebab itu, ungkapnya, Komisi XII DPR ingin memastikan kesiapan Pertamina dalam menjamin pasokan dan kelancaran distribusi di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami ingin ada jaminan pasokan yang handal dari Pertamina kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya pada masa Ramadan dan Idulfitri. Pelayanan energi tidak boleh terganggu,” ujar Patijaya, dikutip dari laman DPR RI.
Ia menegaskan, BBM merupakan komoditas strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran, kata dia, harus diantisipasi dengan perencanaan distribusi yang matang, termasuk di daerah yang selama ini kerap mengalami defisit pasokan. Selain BBM, dirinya juga memberi perhatian khusus pada distribusi LPG 3 kilogram.
Pasalnya, ia menekankan LPG subsidi bukan hanya soal ketahanan energi nasional, tetapi juga menyangkut ketahanan energi rumah tangga. “LPG 3 kilo ini sangat sensitif di masyarakat. Kita tidak ingin terjadi kelangkaan yang berdampak langsung kepada keluarga,” katanya.
Mengakhiri pernyataan, Politisi Fraksi Partai Golkar itu menambahkan, kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap sektor energi. Selain memastikan kesiapan menghadapi Ramadan dan Idulfitri. Oleh karena itu, pungkasnya, perlu menghimpun berbagai temuan lapangan untuk menjadi bahan pembahasan pada masa persidangan mendatang.
“Ini bagian dari fungsi pengawasan agar pelayanan energi kepada masyarakat agar semakin baik,” tandas Patijaya. []











