KETUA Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengumumkan bahwa dirinya akan menjadi calon legislatif (Caleg) pada Pemilu Legislatif 2029, karena dia mengaku tak ingin berpikir keinginan lain seperti ketua umum partai lain.
“Eh wartawan, kamu jangan tanya-tanya saya mau apa lagi, saya caleg ya. Saya nggak mau berpikir seperti ketua umum partai lain menjadi ini, jadi ini, nggak. Saya caleg,” kata Bahlil saat berpidato dalam pengukuhan Akademi Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat malam (13/2/2026).
Ia mengaku akan menjadi caleg dari daerah pemilihan Papua, karena di Dapil tersebut Golkar saat ini tidak memiliki kursi di DPR. Dia pun mengatakan, “petarung” harus turun berkontestasi di lapangan.
Jika memungkinkan, dia pun akan mewajibkan semua kader Partai Golkar untuk menjadi Caleg ke depannya, termasuk yang saat ini duduk di jabatan eksekutif sebagai menteri. Menurut dia, hal itu perlu dilakukan demi membesarkan partai.
“Caleg enggak, menteri mau. Gimana coba? Nggak bisa, dia harus kerja dong. Nggak ada jatah-jatahan,” kata Menteri ESDM itu, dikutip dari Antaranews.
Ia mengatakan bahwa Golkar memiliki target sederhana untuk menghadapi tahun politik di 2029, yakni menambah kursi di DPR RI. Dia beranggapan bahwa ketua umum partai yang berhasil adalah yang mampu menambah kursi di DPR.
Untuk itu, dia mengatakan bahwa Golkar kini berorientasi kepada kinerja para kadernya. Jika kader bekerja dengan baik dan memenuhi standar PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela), dia mengatakan kader itu akan diprioritaskan.
“Saya yakin dan percaya bahwa kita semua dalam satu keluarga besar Partai Golkar. Partai ini sangat dinamis, sangat inklusif,” kata dia. []











