PENETAPAN Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR menggantikan Adies Kadir bukan sekadar rotasi biasa, melainkan hasil kaderisasi Partai Golkar yang modern.
“Sari Yuliati adalah anak kandung reformasi yang berhasil membuktikan produk kaderisasi dapat menduduki puncak pimpinan lembaga negara,” kata Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Sandi Rahmat Mandela dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/1/2026).
Sandi menilai, kehadiran Sari membawa angin segar bagi kualitas demokrasi di Senayan. Latar belakang Sari sebagai insinyur teknik sipil Universitas Trisakti menjadi antitesis dari stigma bahwa politisi hanya pandai beretorika.
Sebagai teknokrat, Sari terbiasa berpikir struktural, presisi, dan berbasis data. Kemudian sebagai politisi senior Golkar, ia memiliki keluwesan dalam komunikasi publik.
“Gabungan ini menciptakan kepemimpinan yang efektif, mengerti ‘bahasa teknik’ pembangunan sekaligus menguasai ‘bahasa rakyat’ dalam aspirasi,” jelas Sandi, dikutip dari RMOL.
Ia menegaskan bahwa Sari yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum Golkar adalah validasi atas sistem meritokrasi yang berjalan di partai berlambang pohon beringin tersebut. Baginya, Sari adalah role model bagi kader muda AMPG di seluruh Indonesia.
“Sari Yuliati tidak muncul tiba-tiba. Ia merangkak dari bawah, aktif di organisasi sayap hingga dipercaya mengelola bendahara partai. Ini mengajarkan kami di AMPG bahwa tidak ada jalan pintas menuju puncak pengabdian,” pungkasnya. []











