Pimpinan Pusat Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (PP AMMDI) bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Syajaratun Thoyyibah DPP Partai Golkar menggelar grand final lomba adzan tingkat nasional dengan tema “Satu Adzan Seribu Kebaikan.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu 4 Maret 2026 secara hybrid untuk menjaring puluhan peserta dari berbagai daerah guna memperebutkan piala bergilir DPP Partai Golkar.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Majelis Dakwah Islamiyah (PP MDI), KH. Choirul Anam MZD, menyampaikan bahwa penyelenggaraan lomba adzan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat syiar Islam sekaligus menghidupkan peran masjid sebagai pusat dakwah umat, terutama di bulan suci Ramadan.
“Di hari keempat belas Ramadan ini kita memulai satu terobosan baru yang digagas oleh Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah. Lomba adzan tingkat nasional ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari syiar untuk menghidupkan kembali semangat dakwah melalui masjid,” ujar Choirul Anam dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa masjid memiliki posisi strategis dalam dakwah Islam, sehingga penguatan sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya, termasuk para muadzin, menjadi sangat penting.
“MDI selama ini menempatkan masjid sebagai salah satu pusat gerakan amar ma’ruf. Karena itu kami terus mendorong pembinaan khatib, imam, dan juga muadzin. Adzan adalah panggilan suci yang menggerakkan umat menuju rumah Allah,” katanya.
Choirul Anam juga menyoroti pentingnya kualitas muadzin dalam menyampaikan adzan yang tidak hanya benar secara syariat, tetapi juga mampu menyentuh hati umat yang mendengarnya.
“Adzan bukan hanya seruan waktu salat. Dalam tradisi Islam sejak masa Rasulullah SAW, adzan dikumandangkan dengan suara yang kuat, indah, dan penuh penghayatan sehingga mampu menggugah hati siapa pun yang mendengarnya untuk datang ke masjid,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa semboyan kegiatan tersebut, “Satu Adzan Seribu Kebaikan,” mencerminkan besarnya nilai dakwah dari panggilan adzan bagi kehidupan umat Islam.
“Setiap adzan yang berkumandang adalah undangan kebaikan. Dari satu adzan, umat berbondong-bondong ke masjid, menunaikan ibadah, dan menghidupkan syiar Islam. Di situlah letak makna bahwa satu adzan bisa melahirkan begitu banyak kebaikan,” ujarnya.
Menurut Choirul Anam, lomba adzan ini juga menjadi momentum untuk mendorong lahirnya generasi muadzin muda yang memiliki kualitas suara, pemahaman, dan penghayatan yang baik dalam menyampaikan adzan.
“Kita ingin melahirkan muadzin-muadzin muda yang mampu menghidupkan kembali tradisi adzan yang indah dan menyentuh. Muadzin bukan hanya pembaca adzan, tetapi bagian dari wajah syiar Islam di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut yang merupakan hasil kolaborasi antara AMMDI dan berbagai pihak, termasuk dukungan dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji.
“Ini adalah ikhtiar bersama untuk memperkuat dakwah melalui masjid. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di tingkat pusat saja, tetapi juga dapat dilaksanakan oleh pengurus MDI di berbagai daerah,” kata Choirul Anam.
Sebelumnya dalam prosesnya lomba ini telah menyeleksi 449 orang peserta, sehingga hari ini menyisakan 25 peserta terbaik yang berkompetisi di babak grand final untuk memperebutkan predikat gelar juara. Pemenang utama nantinya akan menerima piala bergilir dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, serta hadiah paket umrah ke Tanah Suci.
KH. Choirul Anam berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemantik lahirnya muadzin-muadzin terbaik dari seluruh penjuru Indonesia.
“Kami berharap dari kegiatan ini akan lahir para muadzin yang tidak hanya memiliki suara merdu, tetapi juga membawa semangat dakwah yang mampu menggerakkan umat menuju masjid dan menghidupkan syiar Islam di seluruh Indonesia,” pungkasnya. {golkarpedia}











