Ali Mochtar Ngabalin Pimpin Delegasi Partai Golkar Kunjungi SANY, Ikon Kebangkitan Industri Manufaktur China di Hunan

DELEGASI Partai Golkar yang dipimpin Ketua Ali Mochtar Ngabalin dan Sekretaris Amriyati Amin mengunjungi fasilitas manufaktur SANY di Changsha, provinsi Hunan pada kamis sore (16/7/2026). Rombongan yang membawa 20 kader beringin dan didampingi tim dari IDCPC ini mendapatkan penjelasan kenapa perusahaan ini berhasil jadi salah satu ikon kebangkitan industri manufaktur Tiongkok.

“Berawal dari sebuah pabrik kecil bahan las yang berdiri pada tahun 1986, SANY kini jadi salah satu produsen alat berat terbesar di dunia dengan jaringan bisnis yang menjangkau lebih dari 100 negara,” tutur Ali Mochtar Ngabalin kepada Golkarpedia.

Menurutnya usai kunjungan, perusahaan ini memiliki pusat riset dan pengembangan, basis produksi, serta jaringan layanan global yang mempekerjakan lebih dari 40 ribu orang.

Perusahaan ini dikenal sebagai pemimpin global di berbagai segmen alat berat, khususnya mesin beton (concrete machinery). SANY produsen mesin beton terbesar di dunia, sementara pompa beton buatannya telah digunakan dalam pembangunan lebih dari 80% gedung pencakar langit dengan ketinggian di atas 500 meter di seluruh dunia.

“Keunggulan utama SANY tak hanya terletak pada skala produksinya, tapi juga pada kemampuan inovasi teknologinya. Kita lihat sebagian besar pekerjaan di pabrik dilakukan robot. Wajar jika pembangunan gedung-gedung pencakar lain selevel Burj di UEA Percaya pada SANY” ujar Ketua Bidang Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional DPP Partai Golkar ini.

Di sisi lain, papar Ali Mochtar, SANY terus mengembangkan excavator, crane, mesin pelabuhan, hingga beraneka alat tambang berbasis elektrifikasi dan teknologi cerdas (smart manufacturing).

“Transformasi digital jadi salah satu faktor SANY bisa unggul di tengah persaingan global. Berbagai fasilitas produksinya menerapkan konsep intelligent manufacturing melalui otomatisasi, robotika, Internet of Things (IoT), analisis data, dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kualitas produk. Setahu saya pabrik SANY juga sudah ada di Jawa Barat, Indonesia,” kata Ali Mochtar.

SANY, menurut Ali Mochtar juga agresif mengembangkan alat berat bertenaga listrik dan teknologi rendah emisi sebagai bagian strategi transisi menuju industri yang lebih ramah lingkungan. Tahun 2024 saja, SANY meluncurkan lebih dari 40 produk elektrik baru dan mencatat peningkatan signifikan pada portofolio teknologi rendah karbon.

“Dengan kombinasi inovasi, investasi riset, ekspansi global, dan manufaktur cerdas, SANY jadi contoh perusahaan industri yang mampu bertransformasi menjadi pemain global memimpin perkembangan teknologi alat berat modern. Sudah tepat kita ke China sesuai arahan Ketum Partai Golkar, bung Bahlil Lahadalia untuk belajar manufaktur berbasis elektrifikasi dan teknologi,” pungkasnya. []