Airlangga Hartarto Siapkan WFH Pasca Lebaran 2026, Target Hemat BBM hingga 20 Persen

JIKA tak ada aral melintang, pemerintah menerapkan aturan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pekerja swasta saat berakhirnya masa libur lebaran 2006.

Namun, menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, tidak semua ASN dan pekerja swasta yang wajib menjalani WFH selama sehari dalam sepekan.

“Khusus pekerja sektor layanan publik tetap kerja di kantor. Ini untuk ASN dan imbauan kepada swasta. Tetapi yang tidak, bukan pelayanan publik, koordinasi dengan Kemenaker dan Mendagri,” jelas Menko Airlangga, Jakarta, dikutip Selasa (24/3/2026).

Dia menerangkan, kebijakan WFH selama sehari dalam sepekan ini, ditempuh sebagai mitigasi perkembangan harga minyak dunia yang sangat dipengaruhi eskalasi di Selat Hormuz. Semua tahu, biang keroknya adalah serangan biadab dari zionis israel yang disokong Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

“WFH akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. (Berlaku) untuk ASN maupun imbauan untuk swasta,” jelas Menko Airlangga, dikutip dari Inilah.

Sementara, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan penjelasan Menko Airlangga. Memang ada beberapa sektor yang tak memungkinkan diberlakukannya WFH selama sehari dalam sepekan.

“Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH,” kata Purbaya.

Sampai saat ini, dia bilang, pelaksanaan WFH masih dikaji oleh pemerintah yang dilaksanakan lintas kementerian. Target WFH jelas yakni penghematan BBM. Purbaya punya hitungan kasar dimana penghematan bisa mencapai 20 persen. “Ada hitungan kasar sekali … (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),” jelas Purbaya.

Penjelasan Purbaya cukup masuk akal. Karena, harga minyak dunia fluktuatif setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam menyerang infrastruktur energi Iran bila Selat Hormuz tak dibuka.

Goldman Sachs memperkirakan harga minyak Brent naik naik 0,23 persen menjadi 112,42 dollar AS per barrel (Rp 1.903.965, kurs Rp16.900 per barel). Kenaikan juga dialami minyak mentah West Texas Intermediate AS naik sekitar 0,28 persen menjadi 98,51 dollar AS per barrel (Rp1.665.981 per barel).

“Dengan asumsi bahwa aliran Hormuz tetap berada pada 5 persen (dari suplai normal) hingga 10 April 2026, harga kemungkinan akan cenderung naik selama periode tersebut,” kata analis Goldman Sachs, Senin (23/3/2026). []

Leave a Reply