Airlangga Hartarto Optimistis Ekonomi Indonesia Tangguh Hadapi Tekanan Global 2026

PEMERINTAH menegaskan optimisme terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang kian kompleks. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan refleksi sekaligus arah kebijakan perekonomian dalam forum IBC Business Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Business Council.

Di tengah perlambatan ekonomi dunia dan meningkatnya tensi geopolitik, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.

“Di saat banyak negara menghadapi risiko resesi yang serius, Indonesia justru berada pada posisi yang relatif lebih aman. Berbagai indikator menunjukkan fundamental ekonomi kita cukup kuat, sehingga memberi ruang bagi pemerintah untuk tetap melangkah dengan optimisme yang terukur,” ujar Airlangga dalam paparannya dikutip redaksi Golkarpedia dari akun instagramnya, @airlanggahartarto_official.

Ia menjelaskan, konsistensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tujuh tahun terakhir menjadi bukti kuat daya tahan struktur ekonomi nasional. Pertumbuhan yang terjaga di kisaran 5 persen, disertai inflasi yang terkendali, stabilitas nilai tukar, serta kinerja pasar keuangan yang positif, disebut sebagai hasil dari bauran kebijakan fiskal dan moneter yang disiplin. Surplus neraca perdagangan dan cadangan devisa yang solid turut memperkuat kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia.

“Stabilitas makroekonomi adalah prasyarat utama. Karena itu, defisit fiskal tetap kita jaga di bawah 3 persen, rasio utang berada pada level yang aman, dan berbagai stimulus ekonomi disiapkan secara terukur untuk melindungi daya beli masyarakat serta menopang sektor riil,” tegasnya.

Memasuki tahun 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,4 persen dengan bertumpu pada delapan program prioritas nasional. Fokus kebijakan tidak hanya diarahkan pada menjaga stabilitas, tetapi juga pada peningkatan kualitas pertumbuhan melalui penguatan sektor riil, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, serta pembangunan sumber daya manusia.

Di saat yang sama, transformasi digital dan penguatan ekonomi digital, termasuk di kawasan ASEAN, terus dipercepat melalui perluasan sistem pembayaran digital.

“Kita ingin pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Ketahanan pangan dan energi, penguatan UMKM, hingga digitalisasi ekonomi bukan sekadar agenda jangka pendek, tetapi fondasi strategis untuk memastikan Indonesia tetap kompetitif di tengah dinamika global,” kata Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2017-2024 ini.

Menutup pemaparannya, Airlangga menegaskan keyakinan pemerintah bahwa dengan fundamental ekonomi yang kuat, kebijakan fiskal yang prudent, serta reformasi struktural yang konsisten, Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan.

“Saya meyakini, selama kita konsisten menjalankan reformasi dan menjaga disiplin kebijakan, Indonesia akan mampu menghadapi tekanan global sekaligus mengubah tantangan menjadi peluang pertumbuhan,” pungkasnya. []

Leave a Reply