DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memastikan, persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI di Pontianak, Sabtu (7/3/2026), sudah matang. Agenda lima tahunan partai itu tetap berjalan meski dilaksanakan di tengah bulan suci Ramadan.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar sekaligus Penanggung Jawab Musda XI, Prabasa Anantatur mengatakan, kepastian pelaksanaan Musda XI DPD Golkar Kalbar, baru dapat diumumkan setelah pihaknya menerima surat resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.
“Selama ini, media sering menanyakan kapan Musda Golkar Kalbar digelar. Kali ini saya bisa menjawab, karena sudah ada surat resmi dari DPP. Musda akan dilaksanakan di Pontianak, Sabtu, 7 Maret 2026,” ujarnya di Pontianak, Kamis (5/3/2026).
Prabasa menjelaskan, Musda kali ini mengusung konsep “Musda Riang Gembira”, sebuah pendekatan yang diharapkan mampu menjaga suasana kondusif di tengah dinamika demokrasi internal Partai Golkar.
“Musda Golkar kali ini mudah-mudahan berlangsung riang gembira, karena dilaksanakan di Bulan Ramadan. Kami berharap, suasana demokrasi tetap terjaga dengan baik,” katanya, dikutip dari RM.
Prabasa mengakui, dalam sejarah Musda Golkar di Kalbar, dinamika kompetisi sering kali berlangsung sengit. Namun, dia menilai, hal itu merupakan bagian dari proses demokrasi yang tumbuh dalam tubuh partai.
“Golkar memang dididik untuk berdemokrasi sejak era reformasi. Dinamika dalam Musda adalah hal biasa, setelah itu kami tetap bersatu kembali,” cetusnya.
Lebih lanjut, Prabasa menyinggung capaian kepemimpinan DPD Golkar Kalbar di bawah kepemimpinan Maman Abdurrahman, lima tahun terakhir. Menurut dia, selama periode 2020–2025, Golkar Kalbar mengalami peningkatan perolehan kursi legislatif di berbagai daerah.
“Jika dihitung, pada 2019 jumlah kursi Golkar di kabupaten/kota sekitar 64 kursi. Dalam lima tahun terakhir meningkat menjadi 74 kursi. Di tingkat DPRD provinsi juga naik dari delapan menjadi sembilan kursi,” jelasnya.
Prabasa menambahkan, seluruh undangan kepada peserta Musda, termasuk DPD II Golkar, atau pengurus tingkat kabupaten dan kota, organisasi sayap, dan unsur partai lainnya, telah disampaikan dan sebagian besar telah menyatakan kesiapan hadir.
“Setiap daerah akan diwakili oleh lima peserta. Secara umum seluruh persiapan sudah rampung,” imbuhnya.
Selain itu, tambah dia, Musda XI DPD Golkar Kalbar juga akan dihadiri sejumlah elit Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Namun, Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, dipastikan tidak hadir dalam forum Musda, akan datang saat pelantikan ketua terpilih.
Menurut Prabasa, Musda XI DPD Golkar Kalbar tak hanya akan memilih Ketua DPD Golkar Kalbar baru. Musda merupakan forum tertinggi untuk merumuskan arah kebijakan dan strategi partai ke depan. Soal bursa calon ketua, lanjut dia, peluang seluruh kader yang memenuhi persyaratan organisasi, memiliki peluang yang sama.
“Semua kader Golkar, berhak untuk maju sebagai calon ketua. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi, salah satunya dukungan minimal 30 persen dari total pemilik suara. Kita tunggu saja proses pendaftaran dibuka. Siapa pun kader yang memenuhi syarat dipersilakan maju,” pungkasnya.
Ketua Penyelenggara Musda XI DPD Partai Golkar Kalbar, Ichfany menambahkan, panitia telah menyiapkan berbagai tahapan pelaksanaan Musda sesuai arahan DPP Partai Golkar. “Intinya surat persetujuan dari DPP sudah turun, kami langsung menyiapkan seluruh tahapan menuju Musda XI,” katanya.
Menurut Ichfany, panitia penyelenggara juga mendapat dukungan dari berbagai unsur organisasi partai, termasuk Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang bertugas mengawal pelaksa naan Musda.
“Selain itu, DPP juga memberikan asistensi melalui tim khusus yang mendampingi penyelenggaraan Musda di seluruh provinsi,” imbuhnya. []











