KETUA Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Bahlil Lahadalia menuturkan bahwa partainya didirikan oleh para pendahulu untuk mempertahankan ideologi Pancasila.
Hal ini diucapkan Bahlil ketika membuka acara Training of Trainers Sosialisasi 4 Pilar MPR yang akan dihadiri seluruh Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG), di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/2/2026).
“Jadi menurut saya, Partai Golkar sebagai partai yang didirikan oleh para pendahulu kita yang salah satu tujuannya adalah mempertahankan ideologi Pancasila,” kata Bahlil, di lokasi, Jumat (6/2/2026), dikutip dari Kompas.
Bahlil menekankan kepada para kadernya untuk menjaga kebhinekaan yang merupakan bagian dari aset terbesar negara. Menjaga kebhinekaan, menurut Bahlil, dapat dibuktikan dengan bagaimana cara berpolitik yang berakar pada ideologi Pancasila.
“Harus menjaga kebhinekaan yang merupakan bagian daripada aset negara terbesar kita. Ini menurut saya. Dan karena itu kita harus buktikan dalam perilaku perjuangan politik kita. Itu dalam konteks kebinekaan, Bhinneka Tunggal Ika,” imbuh dia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut lalu menceritakan kehidupan di kampung halamannya, di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Di sana, dikenal semboyan persaudaraan “Tiga Tungku Satu Batu”.
“Kami di Papua, khususnya di kampung saya, di Fakfak, saking toleransinya, itu Kakak kami satu keluarga itu ada namanya ‘Satu Tungku Tiga Batu’. Ada Islam, ada Katolik, ada Protestan. Dalam satu rumah,” ucapnya.
Menurut Bahlil, dua hal yang paling penting adalah demokrasi dan keadilan sosial. “Yang paling harus ini kita bicara tentang dua, tentang demokrasi. Demokrasi itu di sila keempat, dan (kedua) keadilan sosial. Ini yang menjadi cita-cita kita. Golkar itu bicaranya di sana,” jelas dia. []











