Sri Suparni Ingatkan Ancaman Kanker Meningkat, Deteksi Dini Jadi Kunci Penyelamatan

Ibu Ketua Umum DPP Partai Golkar, Sri Suparni Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa ancaman kanker ke depan harus dijawab dengan peningkatan kesadaran kolektif, edukasi berkelanjutan, serta penguatan upaya pencegahan sejak dini.

Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Peringatan Hari Kanker Sedunia bertema “Bersama Melawan Kanker Menuju Masa Depan Lebih Sehat” yang diselenggarakan oleh Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar (IIFPG) DPR RI di Ruang KK II Gedung Nusantara II, DPR RI, Rabu (4/2/2026).

Sri Suparni mengungkapkan keprihatinannya setelah membaca data terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang memproyeksikan peningkatan kasus kanker secara signifikan dalam beberapa dekade mendatang.

“Saya membaca artikel Kementerian Kesehatan yang menyebutkan bahwa hingga tahun 2050, angka kanker secara global diproyeksikan meningkat sampai 70 persen. Ini tentu menjadi alarm serius bagi kita semua,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa meskipun tidak semua orang menderita kanker, setiap individu memiliki potensi munculnya sel abnormal dalam tubuh, sehingga kewaspadaan dan pengetahuan dasar menjadi sangat penting.

“Kita mungkin tidak semuanya menderita kanker, tetapi kita semua memiliki potensi munculnya sel abnormal dalam tubuh. Karena itu, kesadaran dan pengetahuan tentang kanker menjadi hal yang mutlak,” kata Sri Suparni.

Berdasarkan data yang ia baca, Sri Suparni menyebut bahwa Indonesia saat ini menghadapi beban kanker yang tidak kecil, baik dari sisi kasus baru maupun angka kematian.

“Saat ini, setiap tahun terdeteksi sekitar 400 ribu kasus baru kanker di Indonesia, dengan angka kematian mencapai sekitar 240 ribu kasus. Angka ini sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Menurutnya, fakta tersebut semakin menegaskan pentingnya kegiatan sosial dan sosialisasi yang berfokus pada deteksi dini serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kanker. “Dari situ saya semakin menyadari betapa pentingnya kegiatan sosial dan edukasi yang mendorong deteksi dini, dimulai dari kesadaran diri masing-masing,” ujarnya.

Sri Suparni juga menjelaskan secara sederhana bahwa tubuh manusia sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk mencegah berkembangnya sel abnormal, selama sistem kekebalan bekerja dengan baik.

“Dalam kondisi normal, tubuh kita memiliki sistem kekebalan yang mampu memperbaiki kerusakan DNA atau mematikan sel yang rusak melalui mekanisme alami yang disebut apoptosis, sebelum berkembang menjadi kanker,” jelasnya.

Pemahaman tersebut, lanjutnya, penting agar masyarakat tidak hidup dalam ketakutan berlebihan, namun tetap waspada dan rasional dalam menyikapi ancaman kanker. “Pemahaman ini penting agar kita tidak hidup dalam ketakutan, tetapi juga tidak abai. Justru dari sinilah kita diingatkan bahwa pencegahan adalah kunci utama,” tegas Sri Suparni.

Ia mengingatkan kembali prinsip dasar kesehatan yang relevan hingga saat ini, yakni bahwa mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. “Ungkapan ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’ itu benar adanya. Menjaga tubuh tetap sehat jauh lebih baik dan lebih hemat dibandingkan mengobati penyakit yang sudah terjadi,” katanya.

Sri Suparni mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai bentuk ikhtiar nyata, mulai dari pengaturan pola makan, istirahat yang cukup, pengelolaan stres, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala. “Pola hidup sehat, konsumsi makanan seimbang, istirahat cukup, pengelolaan stres, serta pemeriksaan kesehatan rutin adalah bentuk ikhtiar yang harus kita lakukan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai inisiatif internal Fraksi Partai Golkar dan IIFPG yang secara konsisten mendorong gaya hidup sehat dan pengelolaan stres melalui kegiatan bersama.

“Apa yang dilakukan oleh lingkungan internal ini patut dicontoh. Menjaga kebugaran dan mengelola stres bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk kesehatan jangka panjang,” ucapnya.

Menurut Sri Suparni, peningkatan kasus kanker yang diprediksi ke depan harus dijawab dengan kesadaran yang tidak berhenti pada pengetahuan semata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata bersama.

“Kesadaran tidak boleh berhenti pada tahu, tetapi harus ditransformasikan menjadi gerakan bersama untuk saling peduli dan saling mengingatkan,” tegasnya.

Ia menyambut baik langkah-langkah sosialisasi yang diinisiasi oleh IIFPG DPR RI, yang dinilainya menjadi ruang penting untuk membangun kesadaran kolektif dari lingkungan terdekat hingga masyarakat luas. “Keluarga adalah ruang paling penting untuk belajar dan berbagi pengetahuan. Dari sanalah kesadaran kolektif dibangun, lalu meluas ke masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Suparni juga mengapresiasi kehadiran para narasumber yang kompeten di bidangnya, yang memberikan edukasi dan perspektif kebijakan terkait penanggulangan kanker di Indonesia.

“Hari ini kita beruntung bisa menyimak ilmu dan pengalaman dari para ahli yang kompeten, termasuk gambaran kebijakan dan strategi nasional dalam penanggulangan kanker,” pungkasnya. {golkarpedia}

Leave a Reply