Profil Sari Yuliati, Politikus Partai Golkar dengan Rekam Jejak Akademik dan Legislatif

POLITIKUS Partai Golkar Sari Yuliati resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI. Dia menggantikan Adies Kadir yang sebelumnya ditetapkan sebagai hakim konstitusi atau hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Pengangkatan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI ditetapkan dalam Rapat Paripurna ke-12 Masa Sidang III Tahun 2025/2026, Selasa (27/1/2026).

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengatakan, pencopotan Adies didasari lantaran telah diusulkan menjadi hakim MK.

“Berdasarkan ketentuan Pasal 39 Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib yang mengatur tata cara pemberhentian pimpinan DPR RI karena mengundurkan diri dari jabatan sebagai pimpinan DPR RI, maka perlu menetapkan pemberhentian saudara Prof., dr., Ir., H. Adies Kadir SH., Mhum dari jabatan Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan. Untuk itu kami menanyakan kepada sidang dewan terhormat apakah dapat disetujui?” tanya Saan kepada peserta rapat.

“Setuju,” sahut peserta rapat, dikutip dari SindoNews.

Kemudian, Saan juga meminta persetujuan atas adanya usulan dari Fraksi Partai Golkar DPR RI ihwal pergantian pimpinan DPR RI. “Selanjutnya surat dari DPP Partai Golkar dimaksud juga menyampaikan usulan penggantian Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar dari saudara Prof., dr., Ir., Hj Adies Kadir kepada saudari Ir Hj Sari Yuliati,” ujar Saan.

“Kepada sidang dewan terhormat, terhadap saudari Ir Sari Yuliati, nomor anggota A341 dapat ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI, apakah dapat disetujui?” tanya Saan yang langsung disambut jawaban setuju.

Profil Sari Yuliati

Sari Yuliati adalah politikus Partai Golkar yang menjabat anggota DPR RI pada periode 2019–2024 dan 2024-2029. Perempuan kelahiran Jakarta pada 2 Juni 1976 ini menduduki sejumlah posisi strategis, yaitu sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Bendahara Fraksi Partai Golkar di DPR RI, serta Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Sari Yuliati mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat II, yang meliputi Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Mataram.

Dikutip dari sariyuliati.com, pada tahun 1982 Sari menempuh pendidikan dasar di SDN 3 Pagi Duren Sawit. Setelah lulus pada tahun 1988, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 27 Duren Sawit dan menyelesaikannya pada tahun 1991.

Dia kemudian diterima di sekolah unggulan, SMA Negeri 81 Lab School Rawamangun, Jakarta, dan lulus pada tahun 1994 dengan nilai yang memuaskan. Pada tahun 1995, Sari Yuliati melanjutkan pendidikan tinggi di Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti. Sari berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu pada akhir tahun 1999 dan diwisuda pada pertengahan tahun 2000.

Sari termasuk dalam kelompok lulusan terbaik di angkatannya, dengan peringkat lima besar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. Meskipun memiliki jadwal kuliah yang padat, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan dikenal sebagai aktivis kampus yang vokal, terutama selama periode penting reformasi tahun 1998.

Pada tahun 2001, Sari melanjutkan studi magister di Jurusan Teknik Sipil Universitas Indonesia. Ia berhasil menyelesaikan program magister hanya dalam waktu 18 bulan atau tiga semester. Pada awal tahun 2003, dia resmi menyandang gelar Magister Teknik (M.T.).

Sari kemudian menuntut ilmu pendidikan Sarjana di Jurusan Ilmu Hukum Universitas Kristen Indonesia dari tahun 2020, lulus pada tahun 2025. Selain itu, Sari juga sedang menempuh pendidikan Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. []

Leave a Reply