WAKIL Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menilai rencana pemerintah membentuk BUMN Tekstil sebagai langkah strategis untuk menyelamatkan industri tekstil nasional yang saat ini tengah mengalami penurunan produksi dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurut Nurdin, pelemahan kinerja industri tekstil tidak terlepas dari persoalan inefisiensi operasional dan manajemen. Karena itu, kehadiran BUMN Tekstil yang digagas melalui Danantara dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efektivitas dan daya saing pabrik tekstil dalam negeri.
“Saat ini banyak industri tekstil mengalami penurunan produksi dan PHK, salah satunya karena inefisiensi. Ide pemerintah melalui Danantara membentuk BUMN Tekstil itu dalam rangka meningkatkan kinerja pabrik, menciptakan efisiensi dan efektivitas, supaya industri tidak gulung tikar,” ujar Nurdin kepada Parlementaria di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (23/1/2026).
Nurdin juga mengungkapkan, tenaga kerja berpengalaman yang sebelumnya terkena PHK, termasuk dari perusahaan tekstil besar seperti Sritex, berpeluang direkrut untuk memperkuat BUMN Tekstil. Dengan pemanfaatan sumber daya manusia yang berpengalaman, produktivitas perusahaan diyakini dapat meningkat.
“SDM yang sudah berpengalaman bisa direkrut ke BUMN Tekstil, sehingga lebih produktif dengan manajemen yang baru dan terobosan manajemen,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Selain itu, Ia menjelaskan bahwa pembentukan BUMN Tekstil merupakan bagian dari strategi besar Danantara sebagai superholding BUMN dalam melakukan revitalisasi dan penguatan kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah.
“Danantara sebagai pusat pengelolaan seluruh BUMN memiliki peran dalam membentuk dan merevitalisasi unit usaha agar lebih sehat dan produktif,” pungkas Nurdin. []











