MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membawa kabar gembira bagi ketahanan energi nasional.
Bahlil mengungkapkan bahwa sektor ESDM berhasil mencatatkan rekor bersejarah pada tahun 2025, yakni tercapainya target lifting minyak bumi nasional untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir.
Realisasi lifting minyak bumi rata-rata tahun 2025 mencapai 605,3 MBOPD atau menyentuh 100,05 persen dari target APBN.
Pencapaian ini menjadi titik balik penting bagi industri migas tanah air yang selama satu dekade terakhir terus berjuang melawan penurunan produksi.
Setoran ke Negara Lampaui Target Tak hanya soal produksi, Kementerian ESDM juga sukses menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp138,37 triliun. Angka ini mencapai 108,56 persen dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp127,44 triliun.
“Pencapaian ini adalah hasil kerja tim yang membutuhkan inovasi dan totalitas. Negara membutuhkan dana ini untuk membiayai program-program kerakyatan,” tegas Bahlil Lahadalia, dikutip dari LombokPost.
Minerba Jadi Primadona, Migas Terganjal Harga Dunia
Keberhasilan PNBP ini didorong oleh performa apik beberapa subsector.
SDA Minerba: Mencapai 104,38 persen dari target. Panas Bumi: Mencapai 103,4 persen dari target. Sektor Lainnya: Melonjak tajam hingga 311,05 persen.
Di sisi lain, PNBP subsektor Migas yang tercatat di Kementerian Keuangan mencapai Rp105,04 triliun (83,7 persen dari target). Bahlil menjelaskan bahwa tidak tercapainya target ini murni karena faktor eksternal, yaitu harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang jauh di bawah asumsi makro.
“Asumsi APBN kita harga ICP itu USD 82 per barel, namun kenyataannya rata-rata harga minyak dunia sepanjang 2025 hanya di kisaran USD 68 per barel,” jelasnya secara transparan.
Optimisme di Tengah Fluktuasi Meski harga batu bara dan komoditas global sedang “kurang bergairah”, Bahlil mengapresiasi kerja keras seluruh jajarannya yang mampu melakukan efisiensi dan inovasi sehingga setoran negara tetap melampaui target.
Keberhasilan lifting minyak tahun 2025 ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mengejar kedaulatan energi yang lebih mandiri di tahun-tahun mendatang. []











