Rycko Menoza Ingatkan Aksesibilitas Jadi Kunci Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta

BAGI Anggota Komisi VII DPR RI Rycko Menoza, wajah sebuah bandara tidak hanya tercermin dari megahnya bangunan, tetapi juga dari kemudahan akses yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia menegaskan bahwa aksesibilitas dan konektivitas transportasi harus menjadi perhatian utama dalam pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Tampilan Bandara Soekarno-Hatta saat ini banyak perubahan, tapi tentu dengan banyaknya perubahan dengan beberapa pembangunan yang dilakukan kan tidak serta-merta di dalam bandaranya sendiri, tapi bagaimana aksesibilitas bandara Soekarno-Hatta ini,” ujar Rycko saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Kamis (15/1/2026).

Lebih detail, Legislator Fraksi Partai Golkar tersebut mengingatkan InJourney agar pembangunan fisik yang masif tidak mengabaikan persoalan akses menuju bandara.

“Pembangunan ini tidak hanya di dalam bandara saja, tetapi juga bagaimana akses masyarakat menuju Soekarno-Hatta. Jarak tempuh masih belum bisa dipastikan, meskipun sudah ada transportasi umum seperti kereta api, namun belum semua masyarakat merasakannya,” tandasnya, dikutip dari Antaranews.

Rycko juga menyinggung tantangan lain, seperti banjir di sejumlah jalur menuju bandara yang berpotensi mengganggu mobilitas penumpang dan rute penerbangan. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem transportasi udara yang terintegrasi.

“Ini tidak bisa hanya menjadi urusan BUMN saja. Perlu keterlibatan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, dan seluruh ekosistem agar konektivitas transportasi udara bisa saling mendukung,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengembangan bandara ke depan juga harus dilakukan secara lebih merata. “Kita memiliki banyak kantong pariwisata. Pembangunan fasilitas bandara jangan hanya terpusat di Jakarta dan Banten, tetapi juga di daerah-daerah lain, termasuk di Sumatera dan kawasan destinasi wisata prioritas,” pungkas Rycko. []

Leave a Reply