MENTERI Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan Program Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) saling berjalan beriringan untuk mengentaskan stunting di Indonesia.
“Kemendukbangga/BKKBN menunjukkan capaian kinerja Genting yang tercatat 157,39 persen atau dari target 1 juta keluarga risiko stunting (KRS) di 2025, sekitar 1,5 juta KRS telah mendapatkan intervensi (data per 25 Desember 2025). Ini menempatkan Genting sebagai salah satu gerakan sosial paling progresif dalam percepatan penurunan stunting, sementara mitra orang tua asuh telah mencapai ratusan ribu,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Sejalan dengan upaya penurunan stunting, Presiden Prabowo juga mendukung perluasan penerima manfaat Program MBG kepada sasaran 3B. Dengan fondasi kinerja setahun terakhir, termasuk distribusi MBG bagi 3,2 juta kelompok 3B yang berjalan beriringan dengan Program Genting, kedua program tersebut menjadi gerakan sosial yang menopang percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.
“Upaya ini menjadi modal penting menuju pencapaian target prevalensi stunting nasional 14 persen pada 2029,” ucap Wihaji, dikutip dari Antaranews.
Program Genting telah diluncurkan pada 5 Desember 2024 di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang dihadiri berbagai elemen bangsa, termasuk kementerian/lembaga terkait dan mitra kerja.
Genting adalah gerakan gotong royong masyarakat untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, kuat dan tidak stunting. Juga untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini merupakan sebuah gerakan bantuan bagi keluarga berisiko stunting (KRS) melalui kepedulian berbagai pihak, yang berperan sebagai orang tua asuh (OTA).
Gerakan orang tua asuh ini melibatkan unsur pemerintah daerah, swasta, BUMN, BUMD, individu/perorangan, LSM/komunitas, perguruan tinggi/akademisi serta media, yang difasilitasi oleh Petugas Lapangan KB (PLKB/PKB). Sasarannya adalah ibu hamil, ibu memiliki bayi di bawah dua tahun (baduta), ibu menyusui, baduta, dan balita 24-59 bulan dari keluarga berisiko stunting miskin. Bantuan yang diberikan dapat berupa nutrisi, non-nutrisi, akses air bersih, edukasi hingga bedah rumah.
Kinerja Genting turut diperkuat oleh tim pengendali Genting yang telah dibentuk di 38 provinsi dan 512 kabupaten/kota. Dukungan pentahelix untuk gizi, air bersih, sanitasi, dan rumah layak huni mencapai lebih dari Rp290 miliar, yang seluruhnya disalurkan langsung kepada keluarga sasaran tanpa melalui mekanisme APBN. Kontribusi tersebut menunjukkan kuatnya gerakan gotong royong masyarakat dalam membantu keluarga berisiko stunting.
Selain dukungan layanan dasar, Genting juga memperkuat edukasi kesehatan keluarga, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Pendampingan dilakukan tim pendamping keluarga (TPK) yang jumlahnya mencapai 200 ribu tim dengan hampir 600 ribu kader. []











