Angka Kecelakaan Nataru 2026 Turun, Daniel Mutaqien: Bisa Diterapkan Lebih Optimal pada Mudik Lebaran

ANGGOTA Komisi V DPR RI Daniel Mutaqien Syafiuddin mengapresiasi kinerja pemerintah dalam menekan angka kecelakaan dan fatalitas selama periode Natal dan tahun baru 2026, serta meminta strategi tersebut disempurnakan untuk penanganan mudik Lebaran 2026.

“Strategi yang sudah diterapkan pada Nataru perlu dievaluasi dan disempurnakan agar bisa diterapkan secara lebih optimal pada mudik Lebaran Maret 2026, yang biasanya memiliki tingkat mobilitas masyarakat jauh lebih tinggi,” kata Syafiuddin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pernyataan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho yang mengungkapkan bahwa angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama Nataru turun hingga 27,12 persen, sementara angka kecelakaan secara keseluruhan menurun sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Syafiuddin, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan berbagai strategi pengamanan, rekayasa lalu lintas, serta kesiapan infrastruktur dan sarana transportasi.

“Penurunan ini merupakan capaian positif dan patut diapresiasi. Ini menunjukkan adanya perbaikan dalam manajemen lalu lintas, pengawasan, serta koordinasi antarinstansi selama masa Nataru,” ujarnya.

Legislator asal Dapil Jawa Timur XI juga menekankan pentingnya kerja keras dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta pemangku kepentingan terkait lainnya demi memastikan mudik berlangsung aman dan nyaman.

“Pemerintah harus terus bekerja keras. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kita berharap tren penurunan kecelakaan ini bisa terus dijaga, bahkan ditingkatkan, pada momentum mudik Lebaran mendatang,” tuturnya.

Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, keberhasilan itu salah satunya disebabkan karena penerapan kebijakan larangan truk sumbu tiga beroperasi di tol selama periode libur Nataru.

“Dengan tidak beroperasinya di jalan tol, tentunya peristiwa kecelakaan juga turun. Dari fatalitas korban meninggal dunia cukup menggembirakan, jadi kita bisa menurunkan dua digit, 27,12 persen,” kata Syafiuddin, dikutip dari Antaranews. {}