PRO dan kontra masih mencuat menanggapi pencopotan Musa Rajekshah alias Ijeck dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara.
Tak sedikit yang menilai kebijakan DPP Golkar yang mencopot Ijeck dan menggantikannya dengan Ahmad Doli Kurnia Tandjung sebagai Plt Ketua Golkar Sumut, dianggap menciderai simpatik masyarakat.
Selain karena Ijeck dikenal berprestasi, yakni membawa Golkar kampium di Sumut, kebijakan DPP dinilai tidak tepat, juga karena alasan bahwa pencopotan itu terjadi pada saat penjadwalan Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sumut.
Alih-alih untuk menyukseskan Musda Golkar Sumut dan menunjuk Doli Kurnia sebagai Plt Ketua, dinilai kebijakan yang blunder.
Seperti yang disampaikan Purnawirawan Polisi Safwan Khayat, Sabtu (3/1/2026). Ia menilai DPP Golkar keliru mencopot Ijeck. Menurutnya, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia telah salah langkah dalam mengambil keputusan mencopot Ijeck dari jabatan.
Dalam pandangannya, pencopotan ini merugikan Partai Golkar, sebab Ijeck telah digagalkan untuk maju kembali di Musda. “Kalau kita lihat Golkar ini salah langkah dalam mencopot Ijeck dari jabatan DPD Sumut,” kata dia, dikuti p .
Mantan polisi berpangkat AKBP ini juga mengatakan, bahwa masyarakat Sumut sebenarnya simpatik dengan Ijeck, bukan Partai Golkar. Karena hal itu, Partai Golkar dicintai oleh masyarakat Sumut, dengan bukti meraih suara terbanyak di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Ia mengatakan kejemuan masyarakat terhadap elit partai politik tercipta dikarenakan kerap mengobral janji. Namun Safwan mengatakan, Ijeck secara tulus bekerja untuk membesarkan Partai Golkar.
Apalagi, hal ini didukung dengan Ijeck suka membantu masyarakat. Karena hal tersebut, masyarakat tidak bisa melupakan Partai Golkar dan Ijeck.
“Karena telah membesarkan Golkar Sumut. Orang simpati kepada Golkar karena adanya Ijeck. Ijeck betul-betul berbuat kepada masyarakat. Banyak masyarakat telah dibantu oleh Ijeck. Tidak hanya dalam keadaan bencana saja,” kata dia, dikutip dari MedanBisnisDaily.
Kemudian Safwan juga membuktikan keberhasilan Ijeck dalam mengelola lembaga atau organisasi kepemudaan. Tidak hanya itu, Ijeck juga telah melakukan pembinaan terbaik dalam bidang olahraga yang dipimpinnya.
“Ijeck adalah seorang tokoh dan pemimpin luar biasa yang mengayomi seluruh anggotanya,” ungkapnya.
Dirinya yakin, kedepannya Partai Golkar akan mengalami penurunan suara yang drastis atau ‘terjun bebas’, akibat langkah untuk berpolitik dijegal oleh kepentingan politik seorang penguasa.
Semua ini terjadi dikarenakan kepopuleran Ijeck di Sumut dianggap ancaman bagi lawan politiknya. Lanjut Safwan, seharusnya Partai Golkar mencopot Bahlil Lahadalia, karena kepemimpinannya telah menimbulkan sejumlah kontroversi.
“Saya yakin dan percaya dengan pencopotan ini suara Golkar di Sumut akan tumbang. Kalau cocok yang dicopot itu adalah ketuanya Bahlil Lahadalia,” jelasnya. []











