Gubernur Ansar Ahmad Minta Perusahaan Tunda Ekspor Ayam & Telur Demi Stabilkan Harga di Kepri

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kepri terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, beberapa hari lalu Pemprov menggelar rapat bersama Forkopimda, termasuk Bea Cukai.

“Kita membahas kelancaran akses distribusi kebutuhan bahan pokok, khususnya dari Batam ke Pulau Bintan,” ujarnya, kepada hariankepri.com, kemarin.

Ia memastikan, akses distribusi bahan pokok kedua wilayah tersebut akan tetap berjalan lancar. Menurut Ansar, saat ini Pemprov sangat mengantisipasi potensi kenaikan harga ayam di pasar.

Ia telah meminta dukungan dari perusahaan peternakan ayam seperti Japfa Group, agar menunda sementara kegiatan ekspor. “Kita minta agar memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam daerah,” sebutnya.

Langkah serupa juga ia minta untuk produksi telur ayam. Ansar berharap, pengurangan ekspor telur dapat membantu menstabilkan pasokan dan harga pasar. Menurutnya, saat ini perusahaan tersebut sudah mulai melakukan penyesuaian secara bertahap.

“Produksi telur ayam yang sebelumnya hanya sekitar 170 ribu butir per hari, kita dorong untuk meningkat secara signifikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ansar mengungkapkan, Pemprov sangat mendorong supaya produksi telur oleh Japfa Group bisa mencapai 1,5 juta butir per hari. “Mereka minta waktu sekitar 10 bulan sampai 1 tahun untuk mencapai target tersebut,” tambahnya. []