MENINGKATNYA kasus penipuan online yang menjanjikan pekerjaan dengan iming-iming gaji besar, disorot Anggota Komisi III DPR, Rizki Faisal.
Rizki menegaskan bahwa banyak laporan dari masyarakat menunjukkan korban paling banyak berasal dari calon pekerja maupun orang tua yang berharap anaknya segera memperoleh pekerjaan.
“Banyak warga mengaku tertipu tawaran kerja yang tidak jelas sumbernya. Polanya semakin beragam dan ini perlu perhatian serius,” tegasnya kepada wartawan, Jumat (12/12/2025), dikutip dari RMOL.
Sebagai anggota DPR yang bermitra kerja dengan Polri, Rizki mengajak Kepolisian untuk memperkuat respons cepat, meningkatkan kemampuan penyelidikan digital, serta menerapkan mitigasi yang lebih efektif terhadap jaringan penipuan berbasis online maupun offline.
Legislator Dapil Kepulauan Riau ini pun menekankan pentingnya deteksi dini, koordinasi lintas satuan, serta penyampaian progress laporan yang lebih jelas kepada masyarakat.
Namun, ia juga memberikan apresiasi atas kerja Kepolisian di Kepri selama ini, namun menilai bahwa langkah pencegahan dan edukasi publik harus diperluas, terlebih di tengah proses reformasi Kepolisian yang dinilainya berjalan positif.
“Kampanye aktif mengenai modus-modus penipuan online, tanda-tanda tawaran mencurigakan, hingga cara melapor yang benar perlu terus dilakukan. Masyarakat harus semakin terlindungi,” ujarnya.
Lebih jauh, Rizki mengimbau masyarakat Kepri untuk tetap waspada dan segera melapor apabila menjadi korban penipuan. “Agar aparat penegak hukum dapat memproses dan menindaklanjuti secara optimal,” pungkasnya. []











