KEMENTERIAN Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menggelar rapat membahas ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam menghadapi perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Dalam rapat tersebut, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Hal itu diperlukan untuk memastikan pasokan energi tetap aman, terjangkau dan tersalurkan dengan baik kepada masyarakat.
“Penguatan pengawasan, percepatan distribusi, serta antisipasi potensi lonjakan kebutuhan terus kami dorong agar layanan energi selama masa libur akhir tahun berjalan lancar dan stabil,” kata Menteri Bahlil melalui akun instragramnya.
Sebelumnya, Menteri Bahlil juga memastikan stok cadangan bahan bakar minyak BBM nasional berada pada level aman untuk 18 hari. “Saya harus meyakinkan bahwa sampai dengan hari ini stok BBM kita aman, cadangan kita di angka 18 hari, minimalnya itu kan 18 hari sampai dengan 19 hari dan clear,” katanya, dikutip dari GoRiau, Minggu (23/11/2025).
Dengan kondisi tersebut, kata Bahlil, pasokan BBM bagi masyarakat dipastikan tetap tersedia meskipun sejumlah SPBU swasta tidak menjalankan penjualan bensin.
“Artinya, sahabat-sahabat saya, pelaku usaha swasta sekalipun tidak menjalankan penjualan bensin khususnya, tetapi alhamdullilah rakyat kan tetap tersedia barang-barang yang dibutuhkan,” jelasnya.
Dijelaskan Bahlil, koordinasi dalam skema bisnis-ke-bisnis (B2B) antara badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta dan Pertamina telah dilakukan, termasuk pembahasan mengenai ketersediaan BBM yang beredar di pasaran.
Dalam koordinasi tersebut, kata dia, perusahaan-perusahaan swasta dipersilakan menjalankan kolaborasi sesuai mekanisme yang berlaku. “Kan konsep B2B sudah dilakukan, tadi juga saya rapat sama Pertamina. Silakan saja secara B2B dikolaborasikan dengan baik,” katanya. []











