Atalia Praratya Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Kampus, Tegaskan Jangan Dinormalisasi!

ANGGOTA Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya menyoroti maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia. Ia menilai fenomena tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak untuk tidak menormalisasi tindakan kekerasan seksual dalam bentuk apa pun.

Atalia mengaku prihatin terhadap terbukanya berbagai kasus kekerasan seksual di institusi pendidikan tinggi yang selama ini dianggap sebagai ruang intelektual.

“Saya sedih sekali ketika institusi yang kita sebut intelektual justru terbuka dengan hal-hal seperti ini,” ujarnya disampaikan dalam Seminar Perempuan yang diselenggarakan Kaukus Perempuan Republik Indonesia (KPPRI) bertema Dari Suara ke Aksi: Peran Strategis Perempuan dalam Dinamika Konflik Masa Kini di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Meski demikian, ia menilai munculnya kasus-kasus tersebut ke ruang publik juga menjadi momentum penting untuk mendorong korban berani bersuara dan melaporkan kejadian yang dialami.

“Kita tidak boleh menormalisasi kekerasan seksual, apalagi dengan alasan bercanda. Bahkan catcalling pun itu adalah hal yang salah,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut, dikutip dari laman DPR RI.

Ia juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, yang mulai menunjukkan sikap tegas terhadap pelaku kekerasan seksual. Menurutnya, reaksi publik yang tidak mentoleransi tindakan tersebut menjadi langkah positif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.

“Atalia menilai ketika mahasiswa berani marah dan mengecam pelaku, itu hal yang bagus karena menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak ditoleransi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjadikan kasus-kasus yang mencuat sebagai pembelajaran bersama agar masyarakat memahami batasan perilaku yang dapat dikategorikan sebagai kekerasan seksual.

“Ini harus menjadi momentum untuk memahami mana yang boleh dan tidak boleh, serta bagaimana kita saling menjaga agar tidak ada lagi korban berikutnya,” pungkasnya. []

Leave a Reply