Yahya Zaini Soroti Potensi Denpasar, Pemagangan Bisa Serap Tenaga Kerja Muda

KOMISI IX DPR RI mendorong penguatan program pemagangan sebagai solusi strategis dalam meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja nasional. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menilai bahwa program pemagangan harus mampu menjembatani kebutuhan antara dunia pendidikan, pelatihan, dan dunia kerja.

“Program pemagangan harus menjadi jembatan yang efektif antara dunia pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan riil dunia kerja. Seperti yang kita ketahui kota Denpasar sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata memiliki potensi besar untuk memperkuat pelaksanaan pemagangan yang berkualitas,” ujar Yahya dalam sambutannya saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di kantor Walikota Denpasar, provinsi Bali, Kamis (16/4/2026).

Politisi fraksi Partai Golkar itu juga menekankan pentingnya keterbukaan dunia usaha dalam menerima peserta magang agar generasi muda tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memiliki peluang untuk direkrut secara berkelanjutan.

“Program pemagangan tidak boleh hanya bersifat formalitas, melainkan harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja,” jelas Yahya, dikutip dari laman DPR RI.

Oleh karena itu ia mendorong adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan Kementerian Ketenagakerjaan RI agar program tersebut benar-benar menjadi solusi dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.

“Melalui kunjungan ini, Komisi IX DPR RI menghimpun masukan dan informasi sebagai bahan evaluasi serta penyempurnaan kebijakan ketenagakerjaan ke depan, khususnya terkait program pemagangan. Temuan dan hasil kunjungan ini juga akan menjadi bahan pembahasan bersama kementerian terkait dan mitra kerja lainnya,” imbuh Yanya.

Untuk diketahui sebagai lokasi kunjungan kerja spesifik, kota Denpasar merupakan pusat aktivitas ekonomi, kegiatan pemerintahan, perdagangan, dan jasa di Provinsi Bali, Aktivitas ekonomi yang tinggi menciptakan kebutuhan besar terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan praktis dan siap kerja.

Selain itu kedekatan dengan Kawasan Pariwisata Internasional seperti Sanur, Kuta, dan Nusa Dua yang menjadi pusat industri pariwisata dan jasa, menjadikan Denpasar lokasi yang ideal untuk pengembangan pemagangan di sektor hospitality, kuliner, dan layanan jasa.

Di samping itu dengan banyaknya dunia usaha dengan jumlah pelaku usaha yang cukup besar, mulai dari perhotelan, restoran, perdagangan, hingga ekonomi kreatif, hal ini membuka peluang luas bagi peserta pemagangan untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di dunia industri.

Dengan karakter ekonomi berbasis jasa dan pariwisata tersebut Kota Denpasar berpotensi menjadi model pengembangan pemagangan berbasis industri jasa dan pariwisata yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia.

Sementara itu berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan RI total peserta program pemagangan perguruan lulusan perguruan tinggi di Provinsi bali mencapai 1.369 orang dengan jumlah perusahaan yang menerima peserta pemagangan sebanyak 199 perusahaan baik perusahaan swasta maupun pemerintah, untuk di Kota Denpasar terdapat sepuluh Perusahaan yang telah turut serta berpartisipasi dalam menerima peserta pemagangan.

Dari total sepuluh perusahaan tersebut telah menampung sebanyak 92 Peserta Pemagangan lulusan perguruan tinggi hal ini menunjukkan bentuk partisipasi aktif dunia usaha, Perguruan tinggi, dan Pemerintah daerah dalam pelaksanaan program pemagangan nasional lulusan perguruan tinggi Kemenaker RI di Industri. []

Leave a Reply