GUBERNUR Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Tubagus Ace Hasan Sadzily mendukung langkah pemerintah untuk menarik pasukan TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil). Hal itu setelah tiga personel TNI gugur terkena serangan Israel. Dia juga mendorong dilakukan investigasi di lapangan.
“Sikap pemerintah Indonesia sudah sangat jelas ya bahwa pemerintah dalam hal ini pemerintah Republik Indonesia telah meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk menginvestigasi terkait dengan tiga prajurit yang gugur sebagai Pasukan Perdamaian di Lebanon,” ucap Ace di sela Musda Partai Golkar Jabar Ke-XI di Hotel Trans, Kota Bandung, Kamis (2/4/2026).
Menurut Ace, investigasi wajib dilakukan untuk mengusut tuntas dan mengetahui siapa yang melakukan serangan. Dia menyebut, pasukan perdamaian harus dijaga keamanannya.
“Saya kira memang langkah pemerintah untuk menuntut agar akan mewacanakan, menarik pasukan perdamaian, saya kira itu langkah yang sangat tepat dalam rangka memastikan keamanan di wilayah-wilayah konflik,” ucapnya, dikutip dari Republika.
Sebelumnya, tiga personel TNI dalam misi Unifil gugur dalam peristiwa berbeda. Mereka adalah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Fahrizal gugur akibat serangan artileri Israel di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Ahad (29/3/2026) malam WIB.
Sedangkan Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin (30/3/2026). Kematian itu terjadi di tengah agresi Israel ke Lebanon selatan yang sejauh ini telah menewaskan sekitar 1.300 warga. []











